oleh

Asuransi Ternak Minim Peminat, DKPP Akan Gelar Sosialisasi Dua Kali Setahun

Kabarmadura.id/Sumenep-Program  Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Sumenep masih minim peminat. Terbukti, dari 367 ribu ekor sapi, AUTS hanya diikuti  27 peserta.

Kepala bidang (Kabid) Produksi dan Pengembangan Usaha Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep Arman Mustafa mengatakan, di akhir 2019 peserta sangat sedikit. Padahal, program AUTS sangat penting bagi peternak untuk berjaga-jaga jika di kemudian hari sapi sakit dan kecelakaan lainnya.

Ia menambahkan, manfaat yang diterima petani jika sapinya mengalami kecelakaan adalah ganti rugi sebesar Rp10 juta. Sementara premi yang harus dibayarkan petani hanya Rp40 ribu per tahun karena Rp160 ribu disubsidi pemerintah.

“Pagu di Sumenep yang mendapatkan Subsidi hanya 20 ekor,” katanya, Kamis (06/02/2020)

Dijelaskan, yang ikut program tersebut hanya 1 kecamatan, yakni Kecamatan Bluto Sumenep. Rinciannya, Desa Aengdake 17 peserta dan di Desa Gingging sebanyak 10.

Untuk meningkatkan kepesertaan AUTS, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan, nantinya akan mengundang tim Jasindo untuk melakukan sosialiasi pada masyarakat.

“Dengan minimnya kepesertaan tersebut, DKPP Sumenep akan melakukan sosialiasi setidaknya dua kali dalam satu tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menjelaskan, untuk merealisasikan AUTS kepada para peternak sapi maka harus intens melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Ia menilai, selama ini pemerintah masih lemah dalam melakukan pendekatan-pendekaran pada masyarakat. Sehingga, terkadang masyarakat tidak mengetahui apa itu AUTS.

“Sangat penting bagi dinas terkait untuk meningkatkan sosialisasi program AUTS,” pintanya.

Ia tidak menapik bahwa program AUTS sangat penting dan bernilai manfaat bagi para peternak sapi. Utamanya untuk menekan kerugian yang dialami para peternak. Lantaran jika peternak masuk program ini, setidaknya kalau ternaknya mati, maka bisa diklaim ganti rugi.

“Program yang bersumber dari pemerintah pusat itu wajib dimaksimalkan,” pungkasnya. (imd/pai)

 

Komentar

News Feed