oleh

Atasi Masalah Kepulauan, Paslon 02 Sumenep Optimalkan Pelayanan Listrik

KABARMADURA.ID, Sumenep -Pasangan calon (paslon) nomor urut 02 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep, Fattah Yasin dan Ali Fikri Warist, tengah siap bertukar argumen pada debat kandidat di Hotal Utami Sumekar Sumenep, Selasa (10/11/2020).

Fattah Yasin mengaku tidak memiliki persiapan khusus dalam menghadapi debat kandidat itu. Dia berdalih, sudah berpengalaman untuk mengupas tema ‘Meningkatkan Kesejahteraan dan Pelayanan Masyarakat’ dengan modal pengalaman di birokrasi selama 34 tahun.

Dalam debat tersebut, Fattah Yasin lebih fokus melihat pentingnya memperhatikan masalah di kepulauan yang berimbas terhadap kesejahteraannya. Dia menyebut, kebutuhan seperti listrik yang belum stabil, memiliki imbas yang besar.

Menurutnya, ketidakstabilan listrik akan merugikan segala macam usaha di kepulauan. Akibatnya, masyarakat kepulauan di Sumenep lebih memilih merantau ke luar Madura, seperti Jakarta, Bali dan sebagainya.

Kata Fattah Yasin, pandangannya itu didasari karena ketika melihat langsung kondisi 8 kecamatan di kepulauan Sumenep.

“Listrik yang utama, bagaimana kalau kita berwirausaha hanya selama 6 jam, selebihnya mati. Usaha apapun pasti tidak akan kondusif,” ucapnya kepada Kabar Madura saat junjungi PasarAnom Sumenep, Senin (9/11/2020).

Tidak sebatas listrik, kebutuhan infrastruktur yang memadai guna menunjang kelancaran usaha dan akomodasi di kepulauan, seperti jalan dan dermaga, juga sudah dipikirkan.

Tidak sebatas masyarakat kepulauan, menurutnya, penting juga untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Sumenep yang masih tergolong rendah di Provinsi Jawa Timur.

Hasil analisisnya, rendahnya IPM Sumenep dipengaruhi banyaknya kepala keluarga yang masih belum lulus sekolah dasar. Dia juga akan mendorong sejumlah pesantren di Sumenep agar menyediakan pendidikan formal agar Badan Pusat Statistik (BPS) bisa mencatat masyarakat Sumenep yang sejatinya berpendidikan, namun sebatas melalui jenjang pendidikan nonformal.

“Banyak kepala keluarga itu yang tidak lulus SD. Itu yang coba didorong. Mungkin karena BPS itu tidak melibatkanpendidikan pesantren yang nonformal, maka kami bisa mendorong agar pesantren bisa membuat lembaga formal agar IPM kita bisa naik,” sambungnya.

Fattah Yasin juga peduli terhadap nasib petani yang sering terkendala bibit dan pupuk. Dia akan memastikan kebutuhan itu bisa diatasi ketika ditakdirkan menjabat sebagai bupati Sumenep agar kesejahteraan petani bisa terselesaikan.(idy/waw)

 

Komentar

News Feed