Atlet Badminton PB Saka Disiplin Latihan di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) AKTIF: Salah satu atlet Badminton PB Saka saat menjalani pertandingan, beberapa waktu lalu.

KABARMADURA.ID – Keringat yang menetes di wajah dan tubuh para atlet PB Saka seolah ingin menjelaskan keseruan latihan klub badminton nyatanya memang menjadi salah satu jadwal rutin latihan klub badminton tersebut. Memasuki lapangan yang berada di belakang masjid kemayoran tersebut nyatanya seakan memasuki gedung latihan klub badminton yang sudah memiliki nama besar.

HELMI YAHYA, BANGKALAN 

Bacaan Lainnya

Tiba di pintu masuk lapangan ada ratusan kok yang berserakan, sedangkan lainnya masih melayang, bergantian dari raket satu pemain ke pemain lainnya. Gesit, cerdas, cekatan dan pintar sepertinya memang sudah dimiliki setiap atlet di lapangan dengan empat bidang itu.

Mulai dari atlet pra usia dini, hingga remaja semuanya aktif melakukan latihan. Jika sebagian melakukan pertandingan percobaan, atlet lainnya terlihat melakukan pemanasan. Empat bidang lapangan tersebut seolah sudah tertata rapi. Dengan masih-masing kelas yang berbeda.

Gedung berukuran persegi panjang itu memiliki sisi barat dan timur menjadi kubu berbeda bagi para atlet. Sedangkan penyesuaian atlet diurut dari bidang lapangan paling Selatan, dimulai dari Atlet pra usia dini, usia dini, pemula, dan remaja terus bergeser ke utara. Lapangan paling utara dikhususkan bagi para atlet yang sudah memiliki pengalaman tingkat regional hingga nasional. ”Di lapangan paling utara ini memang lebih kondusif, karena kelasnya atlet yang sudah setingkat provinsi dan nasional,” kata Edy selaku pelatih PB Saka.

Kondisi atlet yang tidak menggunakan masker nyatanya hanya dapat dilihat saat latihan berlangsung. Tetapi sebelum memasuki ruangan, semua atlet dan pelatih yang memasuki lapangan tersebut harus disemprot menggunakan cairan disinfektan. Sedangkan ketika berada di luar lapangan, atlet tetap harus menggunakan masker. ”Saya ingin tetap patuh protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sehingga memang harus ekstra melakukan penjagaan,” terang Edy

Kondisinya tidak memungkinkan jika melakukan latihan menggunakan masker, karena kondisi pernafasan para atlet akan terganggu. Oleh karena itu, demi memaksimalkan latihan, dan tetap menjaga diri dari Covid-19, 40 atletnya diminta disiplin cuci tangan. ”Saya dan delapan pelatih lainnya sepakat, untuk tetap menaati protkes tapi latihan tetap maksimal,” pungkasnya. (maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *