Atlet Pencak Silat Fokus Perbaiki Teknik Gerakan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SEMANGAT: Widjayanti Ratu Ningrat yang berkesempatan mewakili Jatim di PON XX 2021 di Papua.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021, berbagai cerita disampaikan oleh sejumlah atlet. Mulai dari persiapan yang telah dilakukan sampai bisa mewakili Jawa Timur untuk cabang olahraga (Cabor) Pencak Silat.

Widjayanti Ratu Ningrat mengatakan, dirinya sempat melakukan operasi karena memiliki masalah dengan kesehatannya. Beruntungnya PON yang semula berlangsung tahun 2020 lalu diundur tahun ini. Sehingga, dia mempunyai kesempatan untuk memulihkan tubuhnya untuk tampil di PON XX 2021.

Berbagai persiapan telah dia lakukan sejak tahun 2019 lalu. Katanya, memang untuk bisa melangkah sampai tingkat nasional butuh perjuangan panjang dan kerja keras. Latihan dan latihan terus dia lakukan. Bahkan waktu istirahat pun dalam seminggu hanya satu hari saja.

“Saya bersyukur dengan diundurnya PON di Papua, soalnya pada bulan Mei 2020 saya menjalani operasi usus buntu, jika PON tidak diundur persiapannya bisa-bisa berantakan karena kepotong masa recovery pasca operasi,” katanya, Selasa (31/8/2021). 

Perempuan yang kerap disapa Yanti ini menuturkan, usai menjalani operasi dia membutuhkan recovery hingga waktu 1 bulan untuk istirahat total. Baru bulan berikutnya, dia mulai olahraga ringan dan tidak boleh mengangkat beban berat-berat untuk mengembalikan tubuhnya pasca operasi demi persiapan maju di PON XX. 

“Setelah 2 bulan baru normal lagi, latihan seperti biasa, mengikuti program dan jadwal yang sudah disiapkan pelatih,” papar ibu satu anak ini. 

Masih menurut Yanti, kalau sekarang sudah memasuki tahap persiapan khusus pra-kompetisi. Di mana sebagai atlet dilatih menyesuaikan jadwal bertanding di Papua nanti. 

“Ya tetep fisik lari, angkat beban dan juga untuk teknik perbaikan gerakan-gerakan. Endurance itu latihan ketahanan, melatih daya tahan dan stamina,” jelasnya. 

Seperti yang sudah diungkapkan Yanti, latihannya seminggu ada enam kali. Dia hanya menyisakan waktu satu hari untuk istirahat dan bersama keluarga. Di mana dalam sehari dia mampu latihan dua hingga tiga kali. Selain latihan, untuk menjaga kesehatannya tidak ada makanan atau minuman khusus. 

“Kalau makanan khusus gak ada,” jawabnya. 

Saat ini dia mengaku sudah berada di Pandaan, Pasuruan tempat latihan dan karantina untuk atlet pencak silat Jatim. Selama di karantina, KONI Jatim sangat luar biasa memfasilitasi atlet-atletnya dari makanan yang bergizi.

“Alhamdulillah di sini sudah tersedia, susu dan vitamin sesuai kebutuhan atlet. Mengingat masa wabah Covid-19  vitamin yang diberikan KONI tidak lupa dikonsumsi setiap hari agar imun tetap terjaga. Dan aktivitas hari pertama di karantina ini, saya isi dengan latihan,” tandasnya. (ina/mam) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *