oleh

Aturan Baru, Undangan Pernikahan Dibatasi hingga 30 Orang

Kabarmadura.id/Sumenep-Ketentuan pernikahan di tengah wabah Covid-19 berubah. Jika sebelumnya hanya boleh mengumpulkan maksimal 15-20 orang, kini menjadi 30 orang.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Urusan Aagama (KUA) Kota Sumenep Moh. Afif. Ia menambahkan, sementara untuk pendaftaran tetap dilaksanakan melalui online.

“Jadi, yang semula dibatasi hingga 20 orang saat ini sudah bisa 30 orang pada undangan akad nikah,” katanya, Selasa (2/6/2020).

Meskipun ada kelonggaran dalam hal jumlah massa, namun pelaksanaan pernikahan tetap  harus mematuhi protokol pencegahan Covid-19 dan mendapat izin dari Gugus Tugas Covid-19.

“Untuk saat ini sudah ada penambahan 2 orang calon pengantin yang proses pernikahannya dilakukan di KUA kota,” paparnya.

Dia menambahkan, menggelar akad di luar kantor itu boleh, dengan catatan harus melayangkan surat permohonan bermaterai.  Namun, sebut Afif, surat permohonan tersebut tidak secara otomatis langsung diberi lampu hijau, mengingat, ada sejumlah pertimbangan-pertimbangan sebelum diputuskan mendapat restu untuk menggelar ijab kabul di luar KUA.

“Jadi, tidak secara otomatis dilayani. Karena ada pertimbangan untuk bisa membolehkan atau bisa juga ditolak,” tukasnya.

Menurutnya, langkah Kemenag melalui KUA tersebut dilakukan untuk memastikan pembatasan sosial ketika proses akad nikah dilaksanakan dengan baik sehingga dapat mengurangi penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Moh. Anwar, salah seorang wali pernikahan mengatakan, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam pernikahan anaknya. Ia tidak ingin, pernikahan anaknya justru menjadi penyebab semakin menyebarnya Covid-19.

“Kami pada waktu menikahkan putra tetap patuh terhadap aturan pemerintah,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed