Audiensi ke Komisi I DPRD Pamekasan Belum Membuahkan Hasil, Warga dan Mahasiswa Ancam Blokir Jalan Bettet-Teja

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) RAPATKAN BARISAN: Sekelompok masyarakat tergabung dalam Ampel dan aktivis PMII Komisariat UIM sedang melakukan audiensi dengan Komisi I DPRD dan Dishub Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Sekelompok warga tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan dan Keselamatan Jalan (Ampel) bersama aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan menggelar audiensi dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Senin (13/9/2021).

Ampel yang terdiri dari unsur kepala Desa Bettet, dosen dan alumni UIM, perwakilan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet bersama aktivis PMII mendesak agar pemerintah segera mengalihkan jalur kendaraan berat bermuatan material bangunan dialihkan dari Jalan  Bettet-Teja ke jalur lain.

Bacaan Lainnya

Humas UIM, Ishaq mengatakan, hampir setiap tahun korban jiwa berjatuhan karena padatnya jalan oleh truk tronton, fuso, dan engkel. Pihaknya menyarankan agar jalur kendaraan berat itu dialihkan ke Jalan Desa Tlangoh.

“Di Jalan Tlangoh itu lebih aman untuk dilintasi truk. Di sana sepi. Tinggal pindahkan plang ke sana,” ucap Ishaq.

Ketua Ampel dari unsur alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet, Suradi menyampaikan, alasan pengalihan jalur itu karena membahayakan santri-santri yang melintas di jalur tersebut. Sementara Kepala Desa Bettet Kusmawardi mengaku selalu didesak oleh masyarakat agar mengalihkan jalur tersebut. Sebab menurutnya, jika tetap tidak dialihkan, masyarakat akan memblokir jalan dari truk.

“Minggu lalu, korban jiwa kembali terjadi, tewas mengenaskan di lokasi, adu depan dengan moncong truk,” ungkap Kusmawardi.

Sementara Sekretaris Umum PMII Komisariat UIM Idrus mengungkapkan, sejumlah kader PMII kerap menjadi korban laka lantas akibat padatnya volume kendaraan berat. Bahkan, pada tahun 2017, salah satu kader PMII meninggal dunia di lokasi kejadian. Pihaknya mendesak agar pemerintah segera mewujudkan aspirasinya.

“Kami sudah sepakat dengan kades, warga, dan mahasiswa. Jika tidak dialihkan, biar kami yang alihkan sendiri. Blokir saja jalan itu untuk kendaraan truk dan sejenisnya,” tegas Idrus.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengaku akan mengawal aspirasi peserta audiensi hingga terwujud. Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dsihub) Pamekasan Ajib Abdullah menyampaikan, pihaknya perlu mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya, memikirkan kondisi pengusaha material bangunan. Sebab, jika jalur dialihkan, akan menambah biaya pengusaha.

“Kalau pengusaha menambah biaya, maka harga akan naik. Beban masyarakat juga akan bertambah. Itu juga harus dipertimbangkan,” ucap Ajib.

 

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *