Awal Mula Stoper Madura United Guntur Ariyadi Memilih Karirnya

  • Whatsapp
(FOTO: MADURA UNITED FOR KM)

KABARMADURA.ID – Tidak ujuk-ujuk jadi pemain profesional. Proses panjang dan pengorbanan telah dilalui oleh talenta muda yang meniti karir hingga masuk tim profesional. Salah satunya dilalui Bek Madura United Guntur Ariyadi.

SYAHID MUJTAHIDY, BANDUNG

Bacaan Lainnya

Pemain kelahiran Banyuwangi, 18 Maret 1987 sudah lama membela Madura United, tercatat sejak tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini terbentuk pada tahun 2016. Dia pun bisa bertahan hingga musim 2021 ini dan masuk komposisi yang terdaftar di PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator BRI Liga 1 2021.

Tidak sebatas berkostum tim dengan jersey kebanggaan loreng merah putih ini, bek multi posisi di lini pertahanan itu sudah menjelajahi sejumlah klub besar di Indonesia. Sebut saja, Persik Kediri, Barito Putera, dan sebagainya.

Namu, tidak banyak yang tahu awal mula dirinya mencintai sepakbola. Stopper berusia 34 tahun itu awalnya hanya bermain bola plastik bersama teman sebaya di sekitar rumahnya Banyuwangi. Itu saat dilakukan saat dirinya duduk di bangku sekolah dasar (SD) dari kelas 3 hingga kelas 6.

Ketika saat melanjutkan di siswa sekolah menengah pertama (SMP), Guntur diarahkan tetangganya untuk ikut sekolah sepak bola (SSB), karena melihat bakatnya yang bagus. Masukan itu diamininya selepas mendapat izin dari kedua orang tuanya.

Berawal dari masuk SSB itu, Guntur kian lihai mengolah si kulit bundar hingga sukses menjadi pesepakbola profesional. Kini dia telah bermain di sejumlah klub profesional di kompetisi domestik Indonesia.

“Pertama hanya main pakai bola plastik dengan tema-teman, tapi mainnya pakai hati. Mungkin, lama kelamaan saya tambah suka. Jadi, saya mengiakan saran tetangga untuk masuk SSB bersama putranya dia,” curhatnya kepada Kabar Madura, Senin (20/9/2021).

Di samping itu, Guntur bercerita, sejatinya dirinya pernah bercita-cita ingin menjadi anggota Tentara Republik Indonesia (TNI). Namun, niat itu diurungkan lantaran sudah jatuh cinta main bola.

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *