oleh

Awal Tahun, Harga Garam Anjlok

Kabarmadura.id/SAMPANG-Kendati masih di dalam musim hujan, awal tahun 2019 ini masih membuat petani garam di Kabupaten Sampang mengeluhkan anjloknya harga garam. Sebab, harga pasaran saay ini, masih tergolong rendah dibandingkan periode yang sama musim lalu, yakni Rp1.400 per kilogram.

“Kami khawatir, harganya akan semakin anjlok beberapa pekan ke depan, padahal masih ada garam yang disimpan di gudang,” kata Moh Yanto, petani garam asal Sampang.

Harga jual garam akhir Februari tahun lalu sebesar Rp1.400 per kilogram, kemudian harga tersebut mulai turun menjelang masa produksi garam. Padahal produksi garam rata-rata dimulai pada awal Mei dan turunnya harga biasanya saat persiapan membuat lahan garam pada bulan sekitar April.

“Sehingga waktu itu petani menjual garamnya besar-besaran yang sebelumnya disimpan di gudang,” tambahnya.

Ia mengaku khawatir kejadian serupa terjadi menjelang produksi garam tahun ini, karena saat ini petani garam di Kabupaten Sampang masih memiliki stok melimpah di gudangnya.

“Kalau dijual besar-besaran dan bersamaan pasti harganya anjlok, sehingga saya harus jual garam di gudang pada Maret ini dan kalau masih tidak terjual, maka harga garam berapa pun akan diterima petani,” gusarnya.

Lelaki yang juga Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) Kabupaten Sampang itu mengakui kondisi tersebut sangat dilematis bagi petani garam di Sampang.

“Tidak ada yang bisa memastikan harga jual garam bulan depan lebih rendah atau lebih tinggi dibanding bulan ini, sehingga petani tetap harus jual garamnya,” tegasnya

Menurutnya, strategi “bertahan” dengan tidak menjual garam yang dilakukan petani Kabupaten Sampang saat ini cukup berhasil menekan anjloknya harga jual di pasaran. Pada musim-musim sebelumnya, ketika harga garam anjlok di tingkat petani bisa mencapai Rp500 – Rp850 per kilogram.

“Saya mendapatkan informasi banyak garam di luar daerah yang mulai keluar gudang hingga Maret ini, bahkan kabarnya stok garam juga berkurag karena terserap pabrikan,” ujarnya.

“Sementara itu hingga kini tidak ada satupun perusahaan garam yang melakukan pembelian garam kepada petani sendiri,” tandasnya. (awe/waw)

Komentar

News Feed