Baddrut: 10 Ribu Pengusaha Digarap Bertahap

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Bupati Pamekasan Badrut Tamam menyatakan, program 10 ribu pengusaha baru sudah dimasukkan dalam program prioritas yang akan dilaksanakan mulai 2019 mendatang. Namun program itu, tidak bisa direalisasikan sekaligus.

Baddrut Tamam menjelaskan, target membentuk 10 ribu pengusaha baru, merupakan salah satu upaya untuk menciptakan iklim ekonomi kerakyatan, sekaligus mengurangi angka pengangguran dalam jangka lima tahun ke depan.

“10 ribu pengusaha baru itu, bukan langsung dilakukan di tahun 2019. 10 ribu itu, satu periode, jadi itu setiap tahun 2 ribu pengusaha baru,” katanya Senin (5/11).

Setiap tahun, pemerintah kabupaten akan mencari bibit pengusaha baru di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Pamekasan. Dari total jumlah desa dan kelurahan itu, yang dilatih adalah para pengusaha baru yang berbasis potensi lokal.

Rancangan program itu sudah masuk dalam pembahasan (anggaran), sehingga pada tahun anggaran 2019, program prioritas itu bisa direalisasikan untuk kemudian mengangkat pertumbuhan ekonomi kerakyatan seperti yang dicita-citakan bersama.

“Kalau sudah diketahui potensi perekonomiannya, baru kita klaster untuk kemudian dibranding menjadi produk unggulan lokal atau home industri,” ungkapnya.

Selain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan, program itu juga dicanangkan untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Pamekasan. Sebagaimana diungkapkan Baddrut, angka pengangguran di Pamekasan masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain.

Politikus muda asal PKB itu mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data penduduk yang bekerja hanya berkisar 425.333 orang dari total jumlah penduduk kurang lebih 854.194 jiwa. Atau lebih dari 50 persen penduduk Pamekasan masih berada dalam persoalan ketersediaan lapangan kerja.

“Target penciptaan lapangan kerja ini akan kami realisasikan dalam kurun waktu lima tahun ke depan,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan, program 10 ribu pengusaha baru sangat baik untuk pertumbuhan ekonomi, terutama dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Pamekasan.

Namun, salah satu program yang diajukan Badan Perencanaan dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pamekasan di masa injury time pembahasan RAPBD 2019 itu, masih harus dievaluasi. Diungkapkan Suli, usulan itu dikoreksi oleh DPRD, lantaran program 10.000 wirausaha itu untuk jangka waktu 5 tahun.

“Oleh karenanya, Suli meminta kepada Bappeda agar program 10.000 wirausaha baru itu dibagi dalam lima tahapan,” katanya. (pin/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *