Badrul Terima Penghargaan Insan UPG: Sosialisasikan Pengendalian Gratifikasi dari Daratan hingga Lintas Pulau

(FOTO: BADRUL FOR KM) LUAR BIASA: Delegasi Sumenep Badrul (paling kanan) mendapatkan penghargaan Insan UPG 2021 di Gedung Auditorium ACLC KPK RI, Jakarta, Senin (6/12/2021).

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Badrul meraih penghargaan insan unit pengendalian gratifikasi (UPG) tahun 2021. Penghargaan itu diberikan pada rangkaian acara Hari Anti Korupsi Sedunia di Gedung Auditorium ACLC Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jakarta, Senin (6/12/2021). Badrul merupakan penyuluh antikorupsi KPK yang bertugas di Inspektorat Kabupaten Sumenep.

Penghargaan itu menurut Badrul di luar dugaan. Namun dirinya sangat bersyukur mendapat penghargaan UPG tersebut. Menurutnya, tugas penyuluh memberikan pemahaman gratifikasi mulai dari tingkat pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep hingga pelosok desa dan kepulauan terluar.

Dengan perjuangan yang cukup panjang, akhirnya nilai program pengendalian gratifikasi (PPG) di Kota Keris meningkat menjadi 92.5 di tahun 2021, salah satu hal yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas implementasi PPG adalah dengan sosialisasi di seluruh penjuru dan lapisan masyarakat.

“Saya memberikan pemahaman antikorupsi di kepulauan terluar Sumenep dengan fasilitas serba terbatas, hingga menempuh perjalanan laut berjam-jam,” katanya, Senin (6/12/2021).

Mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu menuturkan, bagi sebagian orang mungkin sosialisasi merupakan hal yang mudah dilaksanakan, terutama menggunakan teknologi informasi. Namun di Sumenep ada beberapa wilayah yang tidak terjangkau jaringan internet, karena berada di pulau terluar. Sehingga dalam melakukan sosilisasi harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu kecil selama kurang lebih 22-24 jam perjalanan.

“Saya juga menggunakan Bahasa Madura melakukan mendekatkan pemahaman antikorupsi di Sumenep, agar masyarakat paham atas apa yang dimaksud,” ujarnya.

Dia mengingatkan seluruh elemen untuk bersama-sama berjuang menghindari gratifikasi yang bermuara menjadi korupsi. Menurut dia, di Sumenep sudah ada penyuluh antikorupsi, Sumenep ke depan harus terlepas dari suap dan lainnya.

“Saya merasa terpanggil harus turun ke bawah lewat pendekatan adat untuk memberikan pemahaman dan meminimalisir potensi gratifikasi,” ucap dia.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan