oleh

Bagaimana Rencana Penanganan Jenazah Covid-19 di Madura?

Kabarmadura.id-Pandemi Covid-19 yang hingga kini masih terus berkembang. Bebagai upaya penanganan telah disiapkan oleh Pemerintah di empat Kabupaten di Madura. Beragam tindakan sudah dijalani, termasuk salah satunya adalah antisipasi terhadap kemungkinan adanya korban meninggal karena terpapar Covid-19.

Bangkalan misalnya, secara khusus Pemkab Bangkalan sebagaimana disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Bangkalan, Catur Budi, akan memberlakukan protokol penanganan jenazah sebagaimana protokol yang telah ditetapkan oleh Satgas Nasional.

“Perlakuannya akan ditangani, sesuai dengan standar operasional (SOP) kebencanaan non-alam. Kami akan melibatkan unsur kepolisian dan TNI untuk pengamanan, prinsipnya adalah kehati-hatian demi kemaslahatan bersama,” ulas Budi, sambil menegaskan bahwa pihaknya tidak berharap wabah Covid-19 bisa selesai tanpa harus ada jenazah terinfeksi virus yang perlu ditangani.

Senada dengan Bangkalan, Jubir Satgas Pencegahan Pendemi Covid-19 Pamekasan, Dr. Achmad Marsuki, menegaskan jika pihaknya memiliki alur yang telah ditetapkan bersama sebagai SOP dalam kesiapan mengantisipasi Covid-19, mulai dari orang yang terpapar dalam perawatan medis, alat pelindung diri (APD) paramedis, ruang isolasi dan beberapa tindakan yang dianjurkan dalam protap kesehatan.

“Kami sudah punya protokol tetap, dan petugas-petugas medis yang bertugas sudah tahu protapnya. Misalnya ada masyarakat datang, sejak dari kedatangan, kita pantau kemudian kita periksa. Termasuk jika ada gejala kita pantau terus, bahkan jika dalam pemantauan mengarah kepada sakit, kita rujuk, misalnya kita harus periksa labnya. Termasuk, misalnya meninggal sudah ada protapnya semua,” urai Marsuki.

Lebih lanjut, Marsuki menguraikan, semisal ada orang yang meninggal akibat terinfeksi Covid-19, maka untuk pemakamanya ditempatkan dipemakaman umum seperti orang meninggal pada umumnya, bahkan untuk melayatpun diperkenankan asalkan APD-nya disesuaikan dengan standart kesehatan yang ada.

“Yang penting APD-nya bagus, dan memperhatikan kebersihan, cuci tangan, jika batuk memperhatikan etika batuknya, pemulasaran janazah juga sudah ada protapya juga,” pungkas Marsuki.
Tidak adanya persiapan lahan secara khusus untuk korban meninggal terinfeksi Covid-19 juga ditegaskan oleh Satgas Penganganan Covid-19 Pemkab Sumenep. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Edy Rasyadi menguraikan, jika sejauh ini pihaknya masih bergerak dalam tahap antisipasi. Untuk antisipasi terhadap adanya korban gugur katrena Covid-19, pihaknya belum menetapkan perencanaan secara khusus.

“Untuk sementara kami tidak sampai ke situ (penanganan korban meninggal) dulu, kami fokus kepada penyadaran masyarakat dan melakukan upaya-upaya untuk mencegah masuknya virus Corona ke Sumenep, ini sudah menjadi problem bersama, sementara untuk antisipasi sampai ke proses pemakaman belum, kalau kita opsesi kesana takut dikira kita mengharapkan nanti,” kata Edy Rasiadi.

Sementara jika insiden tersebut terjadi di Sumenep, Edy menegaskan pemerintah akan segera memikirkan bersama dengan para elemen yang ada termasuk dengan tim medis, sehingga nantinya stabilitas kondisi di Kota Keris ini tetap terjamin.
“Pemkab sudah mengusulkan dan berkoordinasi dengan kabupaten lain agar dilakukan pencegahan berlapis,” pungkas.

Sementara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sampang, sebagaimana disampaikan Dinas kesehatan (Dinkes) Sampang melalui Sekretarisnya, Asrul Sani, dalam penanganan jenazah terinfeksi Covid-19, pengurusan jenazah Covid-19 sesuai dengan kultur madura.

“Dalam menangani jenazah terinfeksi Covid-19 sama dengan penyakit infeksi-infeksi lainnya. Jadi kalau penyakit yang mengandung penularan seperti HIV termasuk covid ini sama, yakni di bungkus sesudah dimandikan oleh petugas,” ungkapnya, Minggu (29/3/2020).

Namun, pemulasan jenazah meliputi memandikan jenazah yang terpapar penyakit menular tersebut ada penangan khusus dari petugas. “Dalam penanganannya sesuai dengan agama masing-masing,” pungkas Asrul Sani. (ina/rul/mal/ara/bri)

 

 

Komentar

News Feed