Bagi yang Belum Divaksin, Kemenag Sumenep Larang Guru Gelar PTM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) BERBENAH: Puluhan guru di Sumenep belum melaksanakan vaksin tahap kedua.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pelaksanaan vaksinasi guru menjadi persyaratan kegiatan belajar tatap muka (PTM). Namun, aturan tersebut sebagian tidak diindahkan oleh guru. Sehingga saat ini banyak masih ada guru yang belum divaksin. Dari sebanyak 18.422 guru di Sumenep masih belum sampai seratus persen melakukan program vaksinasi tersebut. Padahal, PTM saat ini sudah direalisasikan kecuali sekolah di bawah naungan cabang dinas.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Kusmawati mengatakan, hingga saat ini guru yang tervaksin tahap kedua tidak sampai 50 persen. Jadi pihaknya meminta kesadaran tenaga pendidik agar segera divaksin.

Bacaan Lainnya

“Bagaimana sampai 100 persen, 50 persen pun masih belum mencapai. Jadi, bagi guru yang belum melaksanakan vaksin. Maka wajib divaksin. Untuk memutus mata rantai Covid-19,” katanya, Minggu (22/08/2021).

Dia mengatakan, tenaga pendidik yang tidak melaksanakan vaksinasi tidak dapat melaksanakan kegiatan PTM. Hal tersebut sangat sulit dilakukan. Sebab, enggannya masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

“Bagi guru yang belum vaksin segera vaksin,” ulasnya.

Dia menyebutkan, semua lembaga dibawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik), Cabang Dinas (Cabdin), Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep tidak mencapai seratus persen melakukan vaksin, terlebih di bawah naungan kemenag yang hampir rata-rata guru tidak divaksin. Dukungan juga minim.

“Kami sudah sampaikan dan sosialisasikan dan terus menekankan pada disdik, kemenag, dan cabdin, namun masih belum diindahkan,” ujarnya.

Dia mengakui, ketersedian vaksin di Sumenep sangat banyak, saat ini tersedia 23 ribu vaksin. Harapannya, sebelum mengajar, wajib melakukan vaksin. Agar tidak berbahaya terhadap siswa dan siswi mengenai Covid-19.

“Kami akan terus tekan bagi guru yang belum melaksanakan vaksin,” tegasnya.

Plt Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Muhamad Iksan menjelaskan, ada sebanyak 6 ribu guru yang sudah melaksanakan vaksin tahap pertama. Dia mengakui, untuk vaksinasi tahap kedua masih sangat minim.

Dirinya berjanji akan melakukan terobosan baru, yakni akan memerintahkan para pengawas atau kepala sekolah bagi guru yang belum divaksin.

“Ya pokoknya yang belum divaksin wajib divaksin, khususnya guru pada saat melakukan PTM,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Sumenep Muhammad Shadiq mengakui, belum sampai seratus persen guru yang melakukan vaksin. Dari 12 ribu guru saat ini masih 65 persen yang suda melaksanakan vaksin kedua.

“Bagi guru yang tidak vaksin tidak boleh memberikan mata pelajaran terhadap siswa secara PTM,” ucap pria yang akrab disapa Shadiq itu.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, bagi lembaga di bawah naungan cabdin, paling banyak yang belum melaksanakan vaksin rata-rata dari sekolah swasta.

“Untuk negeri sudah melaksanakan sebanyak 95 persen. Sedangkan sekolah swasta sebanyak 65 persen,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sumenep Sukarman mengakui, lembaganya tidak melaksanakan vaksinasi secara seratus persen dari jumlah guru yang ada. Sebab, ada sebagian guru yang memang bahaya divaksin karena memiliki penyakit yang menyebabkan kematian.

“Bagi guru yang tidak bisa divaksin. Maka, diperkenankan tidak vaksin. Asalkan melakukan PTM dengan patuh pada protokol kesehatan (protkes),” pungkasnya. (imd/mam)

Jumlah Guru di Sumenep

Cabdin: 422 guru, sementara yang divaksin tercatat 65 persen dari sekolah swasta, 95 persen dari sekolah negeri.

Disdik: 6.000 guru, sementara yang divaksin totalnya 95 persen.

Kemenag: 12.000 guru sementara yang divaksin totalnya 65 persen.

Dinkes: Vaksinasi tenaga pendidik di bawah 50 persen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *