Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep: Lakukan Pengawasan Sambil Edukasi Masyarakat Bahaya Rokok Ilegal

(FOTO: ACH LAILI MAULIDY FOR KM) KOORDINASI: Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep konsultasi dengan kantor cukai.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Dalam rangka berantas rokok ilegal dan memaksimalkan pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT), Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep melakukan operasi pemberantasan rokok ilegal terhadap pusat penjualan atau toko penjual rokok ilegal.

Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep Ach. Laili Maulidy menjelaskan, penggunaan DBHCHT tahun 2021 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini titik tekannya bukan hanya tentang sosialisasi penyadaran terhadap produk rokok ilegal. Tetapi pengawasan ketat guna menggempur rokok ilegal.

Dia menyebutkan, tahun ini anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan operasi pemberantasan rokok ilegal sebesar Rp175 juta. Program itu akan menyasar ke setiap kecamatan di ujung timur Pulau Madura. Untuk pelaksanaannya sudah ada beberapa kecamatan yang telah disasar, di antaranya Kecamatan Pragaan, Bluto, Ganding, Dasuk dan beberapa kecamatan lainnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Laili, setiap toko-toko yang sudah dijadikan sasaran pasti ada identitas yang dipasang, misalnya berupa stiker peringatan. Karena meski mendapati toko-toko yang menjual rokok ilegal, tidak langsung memberikan tindakan baik berupa sanksi bahkan penegakan secara hukum.

“Karena kita pada operasi pertama kami sifatnya sudah melakukan pendekatan secara humanis, bahwa menjual rokok ilegal itu ada sanksi pidananya, tetapi kadang mereka itu tidak menyerahkan bahkan disuruh bayar kalau mau disita” kata Laili, Rabu (8/12/2021).

Sementara itu, Kasubbag Pengendalian dan Distribusi Perekonomian Setdakab Sumenep Chahyadi Pramudya menjelaskan, tujuan pengawasan yang dilakukan secara gabungan dengan pihak cukai sendiri, Satpol PP, Disperindag, TNI dan Polres Sumenep itu bertujuan memberantas rokok ilegal.

Dikatakannya, dampak negatif dari rokok ilegal itu terhadap kesehatan. Lantaran tidak melalui uji lab, sehingga yang pasti standar kesehatan tidak terjamin, selain itu juga dapat merugikan negara karena tidak adanya retribusi. Dan yang terakhir mengancam merusak tatanan remaja, sebab dengan harga murah produk ilegal banyak diminati usia remaja bahkan anak-anak.

“Itu perlu kesadaran bersama-sama, miliaran kerugian negara itu karena mereka tidak membayar pajak,” papar dia.

Sesuai jadwal dan kesepakatan bersama, pelaksanaan pengawasan yang menyasar toko-toko di Kota Keris dijadikan dua tahap.

“Kami ada dua tahap pelaksanaannya untuk pertama sudah selesai pada akhir bulan 10 kemarin, tahap pertama dari 26 Oktober sampai
28 Oktober berhasil mengamankan 188 bungkus 8.500 batang. Dan tahap kedua dari 18 November sampai 25 November. Berhasil mengumpulkan 1310 bungkus 40.776 batang,” jelasnya.

Lokasi Pengawasan dan Pemberantasan Rokok Ilegal

-Untuk lokasi tahap I meliputi Kecamatan Ganding, Lenteng, Guluk-Guluk, Dasuk, Ambunten, Batu Putih, Bluto terakhir Pragaan.

-Untuk lokasi tahap II dimulai di Kecamatan Gapura, Batang-Batang, Manding, Pasongsongan, Saronggi, Dungkek, Kalianget, Lenteng, Batuan dan Kecamatan Kota Sumenep.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Tinggalkan Balasan