Bahas Raperda Pasar Rakyat dan Toko Modern di Sampang 

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) SERIUS: Sejumlah anggota badan pembentukan peraturan daerah  (Bapemperda) DPRD Sampang, tengah membahas rencana pembentukan perda pasar rakyat dan toko modern.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) DPRD Sampang, mulai melakukan pembahasan tentang rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pasar rakyat dan toko modern. Dalam aturan itu, direncanakan akan diatur hak dan kewajiban pelaku pasar rakyat dan toko modern.

Selain itu, dalam aturan akan dibatasi soal menjamurnya toko modern di Sampang. Sebab  merugikan pasar rakyat. Namun, pembahasan di Bapemperda masih tahap awal yang dilakukan sejak pekan lalu. Hal ini diungkapkan Ketua Bapemperda DPRD Sampang Moh. Faruq, Selasa (15/6/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pembahasan tentang raperda pasar rakyat dan toko modern masih dilakukan dua kali pertemuan. Sehingga, belum mengarah pada teknis dalam perda yang direncanakan. “Masih belum masuk ke teknis secara detail. Tapi yang jelas, raperda ini adalah satu raperda inisiatif yang kami prioritaskan,” ujarnya.

Dikatakan, jika dalam perda itu akan diatur soal pembatasan pendirian dan pengoperasian toko modern. Termasuk, soal proses perizinan yang dilakukan pemerintah. Sehingga, aturan yang baru ini merupakan perlindungan bagi pengusaha lokal, terutama masayarakat yang berjualan di pasar rakyat.

Faruq menjelaskan, mengenai toko modern dan pasar rakyat sebelumnya diatur dalam Perda Nomor 7 tahun 2013. Namun, aturan itu dinilai sudah usang. Sehingga, akan diperbaharui dengan perda yang baru, selanjutnya, aturan lama akan dicabut. Tidak hanya itu, dalam perda itu, juga akan diatur kewajiban toko modern yang beroperasi di Sampang.

Salah satunya, ada ruang khusus dan tempat khusus penjualan produk hasil usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Sampang. Sehingga, semua produk UMKM berkesempatan dipasarkan di semua toko modern. “Kami menargetkan, raperda ini selesai dalam waktu dekat dan segera disosialisasikan untuk diterapkan,” tukasnya. (man/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *