Bahas Soal Garam, Akademisi Harap Ada Pergub yang Mengatur Pegaraman Madura

News104 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Sejumlah akademisi, birokrasi, dan pelaku industri, serta petani garam membahas soal keberlangsungan garam di Madura kedepan, Rabu (20/9/2023), di Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan. Hal itu bertujuan untuk menjaga kesejahteraan petani garam.

Ketua Grup SainsTek Pegaraman Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Makhfud mengatakan, terdapat tiga persoalan penting yang dibahas dalam koordinasi tersebut, yakni kualitas garam yang bagus, kuantitas yang kontinyu, dan harga yang kompetitif. Ketiganya merupakan ujung tombak terhadap kemajuan pegaraman di Madura.

Menurut Makhfud, dibutuhkan kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti akademisi, birokrasi, pelaku industri dan lainnya, untuk mencapai kualitas, kuantitas, dan harga yang stabil.

“Untuk akademisi, bisa menciptakan inovasi yang bisa membuat teknologi canggih. Untuk pelaku industri bisa tetap menjaga kestabilan harga agar tidak lagi impor,” terangnya kepada Kabar Madura.

Selain itu, juga membahas tentang pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) pegaraman yang bisa mengatasi persoalan garam di Madura. Dia berharap, adanya pembahasan dalam koordinasi itu bisa melahirkan peraturan-peraturan yang jelas dari pemerintah provinsi (pemprov) terkait pegaraman di Madura melalui peraturan gubernur (pergub).

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Dengan adanya pergub itu, pegaraman di Madura akan memiliki peraturan yang jelas, sehingga bisa meningkatkan kualitas garam. Kalau kualitas, kuantitas, dan harga garam tetap terjaga, maka tidak perlu lagi mengimpor garam,” terangnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *