oleh

Bali Kerap Resahkan Warga

Petugas Akui Kewalahan Beri Tindakan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Aksi balap liar (bali) di wilayah perkotaan Kabupaten Pamekasan, masih kerap terjadi. Bahkan, saat ini aksi bali yang meresahkan warga itu, semakin meluas. Tidak hanya Jalan Kabupaten atau di depan rumah dinas bupati, aksi bali juga terjadi di sepanjang Jalan Diponegoro Pamekasan.

Pantauan Kabar Madura, Sabtu (8/2/2020) malam, tidak hanya pembalap yang memenuhi sepanjang ruas Jalan Diponegoro, melainkan banyak juga pemuda yang menonton aksi balap liar tersebut dan memarkir motornya berjejer di tepi jalan dengan sembarangan. Lokasi tersebut terlihat bersih dari mobil patrol ke polisian, sehingga aksi bali di lokasi itu tampak tanpa tindakan.

Lukman, pengendara roda dua yang melintas di Jalan Diponegoro pada Sabtu (8/2/2020) malam mengaku, jalur protokol yang seharusnya steril dari kegiatan bali itu, malah menjadi jalur pilihan segerombolan pemuda yang melakukan balap liar.

Padahal, jalur tersebut merupakan jalur protokol yang ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor. Selain itu, di sepanjang ruas Jalan Dipenogoro merupakan daerah padat penduduk. Hanya saja, di lokasi itu tidak ada petugas kepolisian yang berjaga, sehingga aksi bali tetap terjadi.

“Saya takut saat melintas disana malam Minggu, karena banyak anak muda yang balapan,” ujarnya.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Pamekasan AKP Didik Sugiarto menuturkan, pihaknya sudah melakukan penindakan secara tegas Pada geng motor yang kerap kali melakukan aksi balap liar di wilayahnya.

Dirinya mengaku, pihak kepolisian sudah menyita 74 motor milik gerombolan geng motor yang tertangkap saat aksi balap liar. Bahkan, puluhan kendaraan itu disita selama dua minggu.

“Kami sudah menindak, dan patroli juga sudah selalu intens di setiap titik yang sering dijadikan race balap liar, bahkan kami sudah menyita 74 motor, ditahan selama 2 minggu,” tukasnya.

Saat ditanya apakah pihak Kasatlantas memiliki langkah strategis lain untuk menangkal kagiatan balap liar agar tidak lagi terkadi, Didik menjawab, bahwa persoalan balapan liar bukan hanya berada di bawah tanggung jawab Satlantas, melainkan juga wewenang bagian operasional (bag ops) Polres Pamekasan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Itu bukan hanya wewenang kami, tapi juga wewenang Kabag Ops dan Satpol PP, kami akan berkoordinasi lebih lanjut” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Satpol PP Pamekasan Kusairi menerangkan, pihaknya akan berkoordinasi lebih serius lagi dengan pihak kepolisan untuk mengatasi aksi bali di wilayahnya. Karena menurutnya, patroli saat malam Minggu tidak bisa memantau di setiap ruas jalan kota di Kabupaten Pamekasan.

Lebih lanjut kusairi menambahkan, para pelaku balap liar tidak menggubris kepolisian yang berpatroli, karena saat dijaga di Jalan Kabupaten, para pelaku balap liar berpindah ke Jalan Diponegoro, begitupula sebaliknya.

“Mereka tetap saja begitu meski dilakukan patroli, dijaga di depan pendopo (Jalan Kabupaten, red) pindah ke Jalan Diponegoro, begitu terus,” pungkasnya. (km53/pin)

[20.30, 9/2/2020] KM Kk Mif: BBB Sampang, carikan dok tentang investasi, atau bisa pakai foto DPMPTSP yang dikirim jamal. untuk foto budidaya ikan, bisa carikan foto dok budidaya ikan, ada di file,

Komentar

News Feed