Balita Usia 20Bulan Berstatus PDP Dibawa Pulang

  • Whatsapp
FOTO: KM/Dokumen

Kabarmadura.id/Pamekasan–Tambahan pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Pamekasan yang berasal dari Kecamatan Batumarmar, ternyata merupakan seorang balita berusia 20 bulan.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Pamekasan Sigit Priyono, dua PDP itu dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Mohammad Noer (RSMN) Pamekasan.

Bacaan Lainnya

“Iya benar ada dua tambahan PDP, salah satu di antaranya warga asal Kecamatan Batumarmar berusia 20 bulan, dan kabarnya dirujuk di RSU Mohammad Noer, sementara satunya di RSUD SMart,” ucap Sigit.

Namun Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSMN dr. Mokh. Mukhlis mengatakan, PDP balita itu memang sempat dirujuk ke RSMN, tetapi tidak sempat dirawat isolasi. Alasannya, pihak keluarganya meminta dirawat di rumahnya, karena masih balita dan butuh banyak pemantauan dari orangtuanya.

Pihak RSMN akhirnya memberikan izin keluarganya, dengan ketentuan harus mengikuti tatalaksana kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah selama mengisolasi anaknya di rumah.

Status PDP disandangkan kepada balita itu, setelah diperiksa, mengalami gejala lazimnya penderita Covid-19, ditambah hasil foto rontgen yang menggambarkan pasien terkena radang paru-paru.

Sebelumnya, balita itu menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis anak, hingga kemudian pihaknya menerima pasien tersebut dengan status PDP, berdasar hasil cek medis sebelumnya dan berdasar rekomendasi medis dari dokter spesialis anak.

“Kami menerima PDP berusia 20 bulan, kami meregulasi untuk sistem perawatan pasien PDP, jika dari spesialis anak dinyatakan PDP, maka akan kami rawat sebagai PDP,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan, Syaiful Hidayat mengungkapkan, pihaknya telah memulangkan salah seorang PDP asal Kecamatan Tlanakan berinisial H.

Izin pulang itu diberikan, lantaran hasil uji swab tenggorokan telah keluar dan dinyatakan bersih dari Covid-19, kemudian H dijemput oleh keluarganya.Sebelumnya H berstatus PDP dan dirawat isolasi di RSUD SMart selama dua pekan.

H sempat diduga terinfeksi Covid-19 dari penularan pasien lainnya. Sebab, beberapa waktu lalu ada PDP yang diduga terinfeksi Covid-19 dan meninggal, berasaldari Kecamatan Tlanakan.

“Semua pasien saat ini baik, kondisinya stabil, bahkan satu pasien PDP kemarin hasil swabnya sudah keluar dan ia negatif, kami beri izin  pulang dan dijemput oleh keluarganya,” imbuhnya.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki mengaku akan tetap merawat pasien Covid-19 dari kabupaten mana saja dan akan memberikan pelayanan kesehatan yang sama denga warga Kabupaten Pamekasan, bahkan diklaim tidak akan mempengaruhi pelayanan.

“Ya tidak apa-apa, dari kabupaten mana saja bisa dirawat di Pamekasan, dan tetap kami rawat dan diberi layanan kesehatan hingga kondisinya kembali membaik,” ulasnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *