Bambang Irianto Canangkan Wisatawan Cukup Bertiket ATM

  • Whatsapp
(KM/Dok) BAMBANG IRIANTO: Kepala Disparbudpora Sumenep POTENSI: Salah satu objek wisata di Sumenep yang nantinya akan diterapkan digital berlangganan objek wisata.

Kabarmadura.id/Sumenep-Setelah dimutasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep ke Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep beberapa waktu lalu, tidak perlu waktu lama bagi Bambang Irianto untuk membuat gebrakan baru.

Baginya, di mana pun dirinya diberi tugas untuk bekerja, maka di tempat itu akan berinovasi dengan menuangkan ide briliannya untuk memajukan Sumenep.

Hanya sekitar satu pekan di Disparbudpora, Bambang sudah berpikir untuk menuangkan inovasinya dengan membuat progam inovatif di Disparbudpora.

Ide pertama yang akan diterapkan Bambang ke dalam program Disparbudpora adalah, dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata di Sumenep yang banyak memiliki objek wisata memukau.

Program yang saat ini dicanangkan dan mulai dirancang berupa sistem digital berlangganan untuk masuk objek wisata domestik di Sumenep.

Program itu bukan hanya sebatas wacana belaka. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan salah satu perbankan di Sumenep dalam rangka bekerjasama untuk menerapkan program digital berlangganan objek wisata.

“Program itu sudah mulai kami persiapkan. Kami sudah koordinasi dengan salah satu bank, karena program itu memang butuh kerjasama dengan bank,” katanya.

Secara teknis, mantan Kepala Dinas PU PRKP dan Ciptakaya dan Disdik Sumenep itu menyampaikan, setiap pengunjung objek wisata nantinya tidak perlu lagi membeli tiket. Melainkan menggunakan kartu ATM atau kartu khusus yang nantinya dipersiapkan.

“Entah nanti pakai kartu ATM atau kartu khsusus, itu masih kami matangkan. Yang jelas, nanti paling tidak di pintu masuk ada layanan untuk menggesek kartu tersebut. Sementara bagi pengunjung yang belum pegang kartu, bisa secara manual atau bisa membeli kartu di loket yang sudah disediakan,” jelasnya.

Diungkapkan Bambang, ada banyak keuntungan yang didapat oleh Pemkab Sumenep maupun pengunjung wisata. Bagi Pemkab, tidak akan ada lagi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang selama ini ditengarai terjadi. Karena dengan sistem digital langganan wisata itu akan menjadi satu pintu.

Kemudian, pengunjung yang datang akan mendapatkan berbagai fasilitas, seperti diskon, souvenir ataupun potongan harga tiket masuk, lebih-lebih jika datangnya bersama rombongan.

Pasalnya, objek wisata domestik yang ada di Sumenep bukan tanpa pengunjung. Namun sejauh ini, pengelolaan yang dilakukan belum menyentuh kepada hal-hal yang menjurus untuk menarik pengunjung. Sehingga dengan sentuhan program baru, diyakini akan meningkatkan pengunjung dan jumlah PAD.

Namun sebelumnya, pihaknya akan membenahi berbagai objek wisata. Hal itu harus dilakukan sebelum program digital berlangganan objek wisata itu diterapkan. Sebab jika tanpa pembenahan, program yang dicanangkan tersebut tidak akan maksimal.

“Fasilitas akan dibenahi dulu. Kemudian, ada banyak lagi yang perlu dibenahi di objek-objek wisata itu. Tanpa itu, program tersebut akan sulit berjalan. Selain itu, tentunya program yang akan dijalankan butuh dukungan semua pihak, seperti berbagai program yang sudah kami lakukan di OPD sebelumnya,” tuturnya.

Tentunya, program tersebut tidak akan mengandalkan APBD Sumenep. Hal itu juga dilakukan Bambang, saat dirinya berada di Dinas PU PRKP dan Ciptakarya dan di Disdik Sumenep.

“Semuanya butuh pemikiran dan terobosan serta jaringan. Meskipun sebenarnya, di Disparbudpora bukan hal baru bagi saya, karena sebelum ke PU PRKP dan Cipta Karya, saya ada di Disparbudpora yang saat itu masih bernama Disbudparpora. Pertama menjadi kepala dinas, saya di Disbudparpora,” pungkasnya. (ong/pai/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *