Bangga, Nasifah Ingin Meningkatkan Potensi di Desanya

  • Bagikan
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MEMBANGGAKAN: Nasifah, Mahasiswa Sekolah Ekonomi Islam  Masyarakat Madani (STEI MM) Pamekasan berhasil menjadi wisudawan terbaik.  

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Nasifah, Mahasiswa Sekolah Ekonomi Islam Masyarakat Madani (STEI MM), Kabupaten Pamekasan mampu menorehkan prestasi yang menjadi dambaan setiap Mahasiswa. Perempuan berumur 23 tahun itu, dinobatkan sebagai seorang wisudawan terbaik  dari program studi (prodi) Ekonomi Islam,  serta mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang program pasca sarjana (S2).

KHOYRUL UMAM SYARIF, Pamekasan

Wanita yang lahir di Pamekasan, pada tanggal 21 April 1997 itu, sangatlah bahagia  dan berterima kasih kepada semua pihak. Utamanya, bagi orang yang telah mensupport atas capaian prestasi yang telah diraihnya saat ini. Namun, hal itu tidak membuatnya berbesar hati atas pencapaiannya, ia akan terus berpacu, untuk membuktikan bahwa dirinya layak menyandang predikat lulusan terbaik.

“Cita-cita saya memang ingin melanjutkan untuk pendidikan, dan alhamdulillah hal itu bisa terwujud berkat  STEI MM tercinta, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya, dengan memberikan beasiswa S2,” papar wanita yang penuh sopan santun, Senin (14/12/2020).

Sosok yang semangat belajarnya luar biasa ini,  berasal dari Dusun Kaju Jile, Desa Sana Laok, Kecamatan Waru Pamekasan. Dirinya, memproyeksikan untuk bisa menciptakan atmosphere entrepreneurship yang bagus di lingkungannya. Sehingga, potensi dari desanya bisa tereksplorasi dengan baik, dan bisa berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi yang bisa membawa kesejahteraan.

“Saya ingin mengubah kehidupan di masyarakat, khususnya di lingkungan saya berada, karena selama ini kurang bisa menggali potensi yang dimiliki, sedangkan analisa saya sangat melimpah, tetapi kebanyakan dari pemudanya tidak menyadarinya,” tuturnya.

Anak dari pasangan Diryo dan Rosyidah itu, mengaku, pada awalnya tidak begitu menyukai atas pilihan studi yang sudah ditempuh. Awalnya, merupakan arahan dari seorang gurunya, namun seiring berjalannya waktu, karena barokah pasti ada, ia tekuni dengan serius. Bahkan, sekuat tenaga menuntaskan berbagai halangan dan rintangan dalam proses studi di STEI MM Pamekasan.

Baca juga  Ini Alasan Bupati Pamekasan Tunjuk Agus Mulyadi sebagai Plh Sekda Gantikan Totok Hartono

“Yang pertama ingin memperoleh barokah, mungkin ini sebuah bonus atau karena jerih upaya saya selama ini, meskipun saya dari Ponpes Sumber Bungur, saya tidak ketinggalan dari yang lainnya,” ujarnya.

Pribadi yang sangat cerdas itu mengaku, keterbatasan tinggal di pondok, mulai tidak membawa handphone, tidak bisa keluar bebas, tidak menjadi batu sandungannya untuk terus bisa melangkah  mengejar cita-cita yang mulia. Melainkan sebagai semangat untuk bisa berkonsultasi sesering, dalam meraih pengetahuan yang luas kepada dosen dan teman sejawatnya.

“Orang tua saya sangat mendukung, untuk proses di kampus, mulai dari fasilitas secara formal dan informal, lebih-lebih dari sisi keagamaan, meskipun saya sekolah di umum, tapi agama saya tidak boleh kendor,” pungkasnya. (ito/*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan