Banggar Akan Blejeti Anggaran Belanja Darah RSUD dr. Moh. Zyn

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN?) DIKELUHKAN: Pemerintah menggelontorkan dana perawatan fasilitas rumah sakit dan belanja darah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn.

KABARMADURA.ID, SAMPANG– Anggaran belanja darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn Sampang cukup fantastis. Di tahun 2021 ini dana tersebut mencapai Rp2,3 miliar. Hanya saja, Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, belum menerima rincian pengelolaan anggaran.

Sesuai keterangan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), realisasi anggaran pengadaan terjadwal kontrak dan penyedia sejak bulan Januari 2021. Anggaran itu hanya khusus pengadaan dan belanja darah.

Bacaan Lainnya

Padahal, selama ini pasien yang membutuhkan darah harus beli ke Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. Termasuk, melibatkan keluarga untuk donor darah sesuai golongan darah pasien. Sehingga, tidak ada suplai darah yang gratis dari rumah sakit.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sampang, Aulia Rahman saat dimintai keterangan belum mengetahui rincian tersebut. Menurutnya, pada pembahasan anggaran di Banggar tidak ada perincian. Khususnya, untuk belanja darah. Sehingga, pengelolaan dana untuk belanja darah perlu dipertanyakan.

“Kami belum menerima rincian penggunaan anggaran di RSUD. Yang jelas, pengelolaan anggaran harus tepat kelola dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pihaknya berjanji, akan membelejeti pembelian darah tersebut. Terutama mengenai kejelasan penggunaan darah yang dibelanjakan. Termasuk, peruntukan secara khusus dalam penggunaan dana. “Darah yang dibelanjakan apakah diperuntukkan untuk pasien atau untuk keperluan medis lainnya,” ucapnya.

Sebab, lanjut dia, untuk memenuhi kebutuhan darah kepada pasien perlu dipertanyakan. Selama ini, pasien beli darah sendiri bukan disubsidi. Termasuk, pembelian darah yang sering dilakukan pasien ke PMI khusus unit transfusi darah.

“Harus ada penjelasan dari rumah sakit. Belanja darah mencapai Rp2,3 miliar untuk kebutuhan apa saja ?. Termasuk rincian harga, pembelian agar tidak rawan terjadi bancakan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Moh. Zyn Kabupaten Sampang, Titin Hamidah enggan menjelaskan soal anggaran belanja darah. Meski berbagai upaya konfirmasi dilakukan, belum juga membuahkan hasil. Mendatangi langsung ke meja kerjanya, hingga menghubungi via telepon. Namun enggan direspon. (man/ito)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *