Bangkalan Baru Bisa Terapkan Uji Kir Digital di Tahun 2021

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Razin) MEMANTAU: Seorang petugas KIR sedang memandu kendaraan yang sedang melaksanakan uji KIR

Kabarmadura.id/Bangkalan-Proses Uji kir online diyakini bisa mempermudah dan mempercepat proses uji kendaraan bermotor.

Namun saat ini di Kabupaten Bangkalan belum bisa menerapkan sistem itu. Penyebabnya, harus ada perubahan regulasinya, yakni Peraturan Daerah Kabupaten Bangkalan Nomor 9 Tahun 2010 tentang Retribusi Jasa Umum.

“Nunggu dari perubahan Perda No 9 Tahun 2010 tentang Retribusi Jasa Umum yang telah dibahas,” kata Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas (Lalin) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan Ariek Moein, Senin (21/9/20).

Sistem uji kir digital ini seharusnya dilaksanakan pada akhir tahun 2019, sesuai dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan Darat Nomor 2922 Tahun 2018 tentang Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor.

“Sesuai SK Dirjen Perhubungan Darat, bahwa mulai tahun 2019, semua unit pengujian kendaraan bermotor itu harus dengan sistem digital yang dinamakan dengan smart card atau bukti lulus uji kendaraan elektronik (BLUE),” terang Ariek.

Diperkirakan, sistem uji kir digital itu baru bisa diterapkan di Bangkalan pada triwulan pertama tahun 2021, setelah perubahan perda tersebut tuntas.

“Kami akan menerapkan insyaallah awal tahun 2021, namun pelaksanaan untuk perlengkapan semuanya baik itu software maupun hardware-nya itu nunggu dari perubahan Perda Nomor 9 Tahun 2010,” ujarnya.

Alasan harus menunggu perubahan perda, karena pada pasal 65 masih berbunyi ‘buku uji’ harus diganti dengan smart card’ dan bukti lulus uji kendaraan elektronik (BLUE).

Uji kir digital atau online ini banyak manfaatnya, misalnya bisa memangkas waktu dari yang biasanya satu jam bisa jadi setengah jam, bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), dan terdapat pengawasan terhadap internal.

“Ini online jadi perangkat itu terhubung dengan kementerian, misal ada mobil masuk untuk melakukan pengujian, langsung ketahuan oleh pusat,” tegas Ariek.

Ariek berharap pada triwulan pertama tahun 2021 uji kir digital atau online itu telah dilaksanakan.

“Setelah selesai langsung kami bergerak cepat, kami berharap triwulan pertama 2021 uji kendaraan bermotor berbasis digital atau online itu telah terlaksanakan,” pungkasnya. (02km/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *