oleh

Bangkalan Belum Penuhi Syarat Jadi Daerah Maritim

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merencanakan program daerah maritim. Namun, rencana tersebut masih terkendala beberapa hal,antara lain belum maksimalnya kegiatan galangan kapal di pesisir Bangkalan.

Bahkan, beberapa perusahaan yang bergerak di bidang galangan kapal masih tahap pembangunan dan reklamasi. Untuk syarat menjadi daerah maritim sendiri, minimal harus ada 5 perusahaan bergerak di bidang tersebut yang berdiri dan aktif.

Kepala DPMPTSP Bangkalan Ainul Ghufron mengatakan, memang di Bangkalan sudah ada 6 perusahaan yang bergerak di bidang galangan kapal, yakni PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia, Bintang Timur Samudera, Gapura, Bensantoso, Warako dan Galangan Samudera Madura (GSM).

“Tapi ada beberapa yang belum aktif, bahkan masih tahap pembangunan,” katanya.

Dia menjelaskan, tujuan dijadikan daerah maritim tersebut untuk menumbuhkan perekonomian di Bangkalan. Salah satunya yakni dengan menarik para investor untuk melakukan investasi. Sebab, dengan banyaknya investasi juga akan memperbaiki kesejahteraan salah satunya yakni melalui lapangan pekerjaan.

Rencana ini juga untuk membangun percepatan pembangunan di Bangkalan, yaitu Gerbangkertasusilo. Dimana dengan status daerah maritim, nanti bisa mempercepat pembangunan Tanjung Bulu Pandan di Tanjung Bumi.

“Dengan daetah kemaritiman yang ada di Bangkalan nanti, Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan bisa menjadi pelabuhan internasional,” tuturnya.

Untuk itu, dia berharap, agar masyarakat bisa mendukung hal itu. Karena, ketika Bangkalan jadi daerah maritim akan mudah mengakses program pembangunan dari pemerintah pusat.

“Jadi kami mohon bantuan dari masyarakat untuk bekerja sama membangun Bangkalan dengan mempermudah proses izin dan pembangunannya agar banyak investor yang melirik. Karena jika banyak investor masuk, pemerintah pusat juga akan meilirik Bangkalan,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed