Bangkalan Disebut Punya Objek Wisata Potensial tapi Kurang Digarap

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) GOA PETAPAN: Akademisi sebut Bangkalan kurang fokus pada objek wisata lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Aktivitas objek wisata di Bangkalan macet total. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdampak pada tidak adanya pengunjung. Karena semua objek wisata tetap diimbau agar tetap ditutup. Kondisi itu cukup memukul laju pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Moh Hasan Faisol menyampaikan, lumpuhnya sektor wisata di Bangkalan itu lantaran belum ada objek wisata yang boleh dibuka selama PPKM Level 4 tetap dilanjutkan.

Bacaan Lainnya

“Sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat. Jadi saya belum memperbolehkan untuk dibuka,” tegas Faisol sekaligus mengakui bahwa kondisi itu mengganggu perekonomian masyarakat yang sebelumnya bergantung pada wisata, termasuk karyawan di objek wisata yang kehilangan pekerjaannya.

Akibatnya, sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut  juga ikut tertahan. Sejauh ini,  Disbudpar Bangkalan juga tidak bisa berbuat banyak selain menata perencanaan, agar saat diperbolehkan buka, langsung sudah siap.

Kondisi itu menurut Ketua Pusat Pengembangan Perencanaan Pariwisata UTM di Bangkalan Eni Sri Rahayu Ningsih, lambat Bangkalan dalam memajukan daerahnya untuk bersaing adalah lantaran kurang fokus.

“Pemerintah belum siap fokus pada suatu hal, salah satunya di sektor pariwisata,” ujar Eni.

Kurang fokus yang dimaksud Eni, karena kebanyakan yang dibangun di sektor pariwisata hanya ikon wisata, tidak pernah sampai pada pengembangan kebutuhan pembangunan yang berpeluang tinggi bisa diminati oleh wisatawan.

“Masih banyak wisata yang potensial, tapi belum terjamah, karena keterbatasan dana,” jelasnya.

Ada strategi yang menurut Eni efektif jika ingin berkembang, yakni  pemkab harus fokus pada satu penanganan hingga tuntas. Seperti fokus pada wisata religi Syaikhona Muhammad Kholil. Baik pada pembangunan fasilitasnya maupun sarana pendukung yang dapat memberi kenyamanan pada wisatawan.

“Dari sana nanti akan banyak pengunjung yang betah, dan tidak hanya singgah sebentar,” ucap Eni. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *