Bangkalan Fokuskan Penggunaan Dana PEN untuk UMKM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) PRODUKTIF: Pemkab Bangkalan berencana alokasikan anggaran PEN untuk UMKM dalam bentuk pelatihan dan bantuan modal.

KABARMADURA.ID;BANGKALAN– Skema program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mulai dirancang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Tahun ini, PEN tersebut akan difokuskan pada pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Realisasinya direncanakan akan diberikan berupa pelatihan dan bantuan modal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan Taufan Zairinsjah mengatakan, PEN tahun ini merupakan satu kesatuan dengan penanganan Covid-19. Yakni, berupa pemulihan ekonomi daerah. Sehingga tidak menganggarkan secara khusus. Sebab perubahan anggaran keuangan (PAK) sudah ditetapkan. Sehingga anggaran untuk pemulihan ekonomi Kabupaten akan diambilkan dari dana alokasi umum (DAU) sebesar 8 persen.

“Kalau yang khusus anggaran PEN tidak ada, itu pusat yang punya. Kalau pemulihan ekonomi kabupaten kami serahkan ke masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD),” ujarnya, Rabu (6/10/2021).

Dia memaparkan, saat ini pemulihan ekonomi yang bersumber dari anggaran pendapatan dan  belanja negara (APBD) Bangkalan dikhususkan untuk pengembangan UMKM. Dia berharap, anggaran dari pemerintah pusat tidak dikurangi. Agar pemulihan ekonomi bisa berjalan maksimal. Sebab untuk skema pemulihan ekonomi tahun 2022 nanti, akan diambilkan dari DAU.

“Yang jelas tahun 2022 kami ada anggaran dari pusat di DAU sebesar 8 persen untuk penanganan Covid-19. Kami sudah siapkan itu, juga untuk pemulihan ekonomi. Yang jelas tahun depan baru bisa kami alokasikan khusus PEN,” paparnya.

Terpisah, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengungkapkan, pengembangan UMKM merupakan langkah yang tepat dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk memulihkan UMKM pada masa wabah Covid-19. Diantaranya melalui program PEN.

“Program PEN terus didorong untuk membantu masyarakat produktif memulihkan dan membangkitkan UMKM, serta menumbuhkan kembali kegiatan ekonomi mengingat peranan UMKM yang sangat besar bagi perekonomian,” responnya.

Saat ini, jumlah UMKM di Bangkalan sekitar 22.500 usaha. Selain pemulihan ekonomi pada bidang UMKM, juga akan mengembangakan geliat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pengembangan tersebut berupa penataan kembali untuk mendorong pemulihan ekonomi mulai dari tingkat pusat hingga desa.

“Sehingga ditengah wabah ini nantinya masyarakat bisa ikut pelatihan dan entah itu nanti ada bantuan modal,” tegasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *