Bangkalan Gencarkan Pariwisata Desa tanpa Dibarengi Tim Ahli

  • Bagikan
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DIKEMBANGKAN: Pemkab Bangkalan yang gencar mengembangkan pariwisata desa tidak ditopang keberadaan ahli di bidang teresebut.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mulai gencar mengembangkan pariwisata. Namun tidak dibarengi dengan ketersediaan tim ahli bidang pariwisata.

Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan menargetkan setiap desa memiliki objek wisata.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bangkalan Kholifi Aziz menuturkan, desa sebenarnya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan tentang pariwisata, namun Pemkab Bangkalan tidak ada merespon kebutuhan itu.

“Semangat ada, memang SDM ini harus di support bersama. Seperti SDM yang ahli di bidangnya dengan menggali potensi dan SDM yang mengoperasionalkan maupun mengembangkan masih kurang,” tuturnya.

Dari 273 desa di Bangkalan, pokdarwis yang sudah terbentuk hanya sedikit. Berdasarkan laporan yang diterima Kholifi, hanya sekitar 20 desa.

Ketiadaan ahli itu, membuat setiap desa memiliki potensi wisata, tidak bisa menciptakan objek wisatanya.

Untuk itu, melalui tim percepatan pembangunan yang telah dibentuk olehbupati Bangkalan, Kholifi meminta agar ada komitmen dari Pemkab Bangkalan untuk terus mendukung pengembangan pariwisata di Bangkalan di masing-masing desa ini. Minimal, bupati harus terus mengingatkan dinas terkait.

“Kepemimpinan dinas pariwisata yang sekarang sudah mulai nampak dan luar biasa. Tapi harus ada komitmen dari pemerintah daerah dan harus dijalankan,” paparnya.

Terpisah, Kepala Disbudpar Bangkalan Muhammad Hasan Faisol mengatakan, pihaknya kini tengah memperluas wisata di masing-masing desa. Soal alokasi anggaran pengembangan pariwisata di Bangkalan, Faisol enggan menjelaskannya secara rinci.

Dia hanya menuturkan, tergantung kebutuhan dari masing-masing desa yang sudah mengembangkan wisatanya. Kata dia, bantuan yang bisa dia berikan yakni sarana dan prasarana kebutuhan wisata.

“Sesuai dengan kebutuhan aja, karena ini kolaborasi antar dinas dan pemerintah daerah saja,” tandasnya. (ina/waw)

Baca juga  UNIBA Go Internasional: Diskusikan Industri 2.0 Bersama Pelajar 23 Negara

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan