oleh

Bangkalan hanya Uji Coba KBM Tatap Muka Sekolah di Zona Kuning

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka akan diuji coba  Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Untuk Bangkalan, telah disepakati hanya menguji coba sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri di wilayah yang berzona hijau.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim di Bangkalan Sutanto mengatakan, hasil koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bangkalan, disepakati bahwa sekolah yang akan diuji coba hanya di Kecamatan Tanjung Bumi. Sebab, hanya kecamatan tersebut yang sudah berzona kuning.

“Hanya SMAN 1 Tanjung Bumi dan SMKN Tanjung Bumi yang boleh melakukan KBM uji coba tatap muka. Selain itu tidak diperbolehkan, di Bangkalan pun masih saya larang,” ujarnya, Kamis (13/8/2020).

Sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Timur nomor 420/11350/101.1/2020, uji coba itu akan dimulai 18 hingga 31 Agustus 2020.

Untuk sekolah luar biasa (SLB) akan diuji coba KBM tatap muka hanya di Desa Keleyen, Kecamatan Socah. Sunarto beralasan, karena SMA/SMK berbasis SLB di Bangkalan hanya ada di Socah.

“Tiga sekolah itu yang kami tunjuk, kami ingin KBM uji coba ini khusus aerah yang aman. Yang lain nanti masih nunggu evaluasi dari kami setelah uji coba tiga sekolah itu,” tuturnya.

Sunarto mengungkapkan, siswa di tiga sekolah itu tidak langsung diwajibkan masuk, harus ada kesepakatan antaraorang tua dengan sekolah apakah anaknya diperbolehkan untuk bersekolah tatap muka.

“Jadi nanti siswa akan disuruh membawa surat keterangan diizinkan oleh orangtua kembali ke sekolah. Kalau tidak ada izin dari orangtua, kami tidak memaksa,” ungkapnya.

Tiga sekolah tersebut sudah diwanti-wanti menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sesuai ketentuan yang telah berlaku. Selain itu, siswa akan dibagi menjadi per shift. Setiap satu shift akan diisi 50 persen dari siswa yang dimiliki masing-masing sekolah, dan memberikan jarak pada setiap bangku.

Soal kelanjutan KBM tatap muka secara normal, menunggu hasil evaluasi baik dari Dindik Jatim di Bangkalan yang dilaporkan ke gubernur maupun kepala Dindik Jatim usai uji coba tiga sekolah.

“Siswa memang tidak diwajibkan membawa surat sehat atau bebas dari Covid-19. Tapi kami tetap mengimbau siswa untuk membawa itu, tapi sifatnya tidak wajib,” jelasnya.

Sedangkan mengenai guru yang akan mengajar, masih dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 Bangkalan untuk melakukan rapid tes.

“Nanti akan ada perencanaan guru melakukan rapid tes,” terangnya.

Pelaksanakaan uji coba itu juga akan dipantau Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo, sejauh ini dari Satgas Covid-19 Bangkalan maupun pihak sekolah yang akan melaksanaan KBM tatap muka, belum mengajukan pemeriksaan rapid tes.

“Yang penting waktu pelaksanaan harus menerapkan protokol kesehatan. Saat ini belum ada pemeriksaan rapid tes pada guru,” paparnya.

Sedangkan Humas Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zein menyampaikan, bahwa kegiatan KBM uji coba ini belum ada izin resmi dari pihaknya. Sebab, masih dibahas dengan bupati Bangkalan selaku ketua Satgas Covid-19 Bangkalan. Namun, sebelumnya telah berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah di Bangkalan.

Dia juga mengimbau serta mewajibkan sekolah mengikuti pedoman protokol kesehatan. Sesuai aturan, kata dia, sekolah yang akan ikut uji coba KBM tatap muka harus terlebih dahulu menyiapkan fasilitas sesuai protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan dan menciptakan lingkungan yang bersih.

Selain itu, wajib memakai masker di luar maupun di lingkungan sekolah, menjaga jarak dan rajin cuci tangan agar terhindar dari penyebaran wabah Covid-19. Masker yang digunakan juga wajib dengan dua lapis kain.

“Masih saya laporkan ke pak bupati sebagai pimpinan,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed