Bangkalan Sediakan Rp65,2 M untuk Jaga Pangan Selama Wabah Covid-19

  • Whatsapp
(KM/MOH.SAED) PAPARKAN: Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menjelaskan kepada sejumlah media soal anggaran penanganan Covid-19 beberapa hari lalu.

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan kembali mengingatkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Pasalnya, nilai anggaran dalam upaya pencegahan Covid-19 tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp65,2 miliar. Anggaran itu merupakan akumulasi dari pemangkasan anggaran di setiap OPD.

Bacaan Lainnya

Bupati Bangkalan Adbul Latif Amin Imron mengatakan, penanganan Covid-19 menjadi masalah bagi seluruh masyarakat, sehingga banyak anggaran di setiap OPD sengaja dipangkas hanya untuk penanganan pencegahan merebahnya wabah penyakit itu.

Anggaran sebesar Rp65,2 miliar tersebut, dialokasikan untuk kebutuhan pangan di tengah wabah Covid-19 serta meningkatkan  segala kebutuhan  di bidang kesehatan berupa fasilitas keamanan bagi tenaga medis.

Bupati berusia muda itu berharap agar pemangkasan anggaran tersebut bisa digunakan sebaik mungkin. Sebab, penanganan covid-19 bukan suatu hal yang sepele. Selain itu, perlu diawasi bersama.

“Selain meningkatkan kebutuhan pangan kami akan meningkatkan persiapan tenaga medis serta petugas lapangan,” jelasnya, Minggu (12/4/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo menyatakan,  untuk jumlah  alat pelindung diri untuk tenaga medis maupun dokter khusus sudah cukup. Sebab, sebagian tenaga medis peralatannya membeli dengan cara mandiri.

“APD bagi dokter khusus maupun tenaga medis sudah banyak, ada yang beli melalui mandiri, juga ada bantuan dari relawan dan bantuan dari provinsi,” terangnya.

Dikatakan Sudiyo, pihaknya akan memaksimalkan pelayanan dalam upaya pencegahan dan penularan Covid-19. Tim kesehatan berusaha maksimal dan bergerak, sehingga dengan itu penyebaran virus ini mudah tertangani dengan baik.

Untuk tunjangan bagi tenaga medis, lanjut Sudiyo, sesuai dengan regulasi pemerintah pusat dengan runtutan nominal yang berbeda.

“Dokter spesialis Rp15 juta per bulan, dokter umum Rp10 juta dan perawat ataupun bidan tunjangannya sebesar Rp7,5 juta, namun tunjangan tersebut masih menunggu petunjuk teknis (juknis) ,” imbuhnya. (sae/mam/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *