oleh

Bangkalan Tertinggi di Madura, Pemkab Siapkan Lahan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Menjadi wilayah dengan status zona merah dan memiliki pasien terinveksi Coronavirus Disease (Covid-19) tertinggi Pulau Madura, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan telah menyiapkan lahan khusus untuk antisipasi hal terburuk. Selain lahan pemakaman khusus, Pemkab Bangkalan juga telah menyiapkan peti matinya.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Katanya, mengenai dua hal tersebut, pihaknya telah mempersiapkan 10 peti mati khusus bagi jenazah pasien Covid-19. Liang lahat pemakaman itu disiapkan sebagai antisipasi penolakan warga pada jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di pemakaman umum.

“Sudah, sudah kami siapkan. Baik lahannya ataupun peti matinya. Peti mati kami siapkan 10 barang,” katanya, Senin (27/4/2020).

Lelaki yang kerap disapa Ra Latif ini juga menuturkan, untuk lokasi lahan pemakamannya, akan ditempatkan di lokasi-lokasi lahan yang menjadi milik pemkab. Sehingga, lahan tersebut tidak akan menimbulkan keresahan masyarakat. Sebab, ia mengungkapkan, akan memilih lahan pemkab yang masih kosong dan jauh dari permukiman.

“Mungkin lahan pemkab yang ada di Bancaran. Intinya lahannya ini kami siapkan di lahan milik pemkab. Lahan milik pemkab kan luas, nanti akan kami carikan yang strategis,” terangnya.

Memgenai alokasi anggaran untuk lahan dan peti mati ini, mantan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan ini menyampaikan, akan diambil dari refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bangkalan 2020 sebanyak Rp65 miliar. Namun Ra Latif belum bisa menyampaikan hal tersebut.

“Iya, diambilkan dari anggaran Rp65 miliar itu, berapa jumlahnya saya lupa,” ungkapnya.

Penyediaan peti mati dan lahan pemakamannya, telah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan. Luas lahannya belum bisa dipastikan, karena akan ada pembahasan lebih lanjut dengan DLH.

“Lokasi yang strategis dan luasnya kami koordinasikan dengan DLH,” paparnya.

Sementara itu, per 26 April 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan mencatat sudah ada 9 pasien yang terinfeksi Covid-19, 6 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 681 orang dalam pemantaun (OPD).

Dari 9 pasien ini, satu orang dinyatakan sembuh namun meninggal dunia. Sedangkan, 6 PDP satu di antaranya meninggal dunia asal Kecamatan Klampis dengan hasil swab bersih dari Covid-19.

Lalu, dari 681 ODP, 326 lainnya sudah selesai dipantau. Sementara berdasarkan update dari website Pemerintah Provinsi Jawa Timur, persebaran covid-19 di Bangkalan per tanggal 27 April 2020, ada 9 pasien terinfeksi Covid-19 dan 1 di antaranya dinyatakan sembuh dan meninggal dunia, 6 PDP dan 708 OPD. (ina/waw)

Komentar

News Feed