Bangkesbangpol Sumenep Enggan Respon Hasil Rakor terkait Persoalan di Desa Gresik Putih

News135 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai jalan keluar reklamasi pantai untuk pembangunan tambak garam di desa Gresik Putih Kecamatan Gapura. Meski Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) sempat menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Sumenep di Jalan Ponorogo Sabtu (8/7/2023) kemarin. 

Plt Kepala Bangkesbangpol Sumenep Anwar Syahroni Yusuf justru memilih bungkam ketika dikonfirmasi mengenai hasil dari rakor tersebut. Meski sudah dikonfirmasi melalui pesan singkat, nihil respon. Bahkan terkesan mengabaikan persoalan penggarapan tambak garam oleh investor. 

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 01 Dusun Tapakerbau Desa Gersik Putih Ahmad Shiddiq  mengatakan, seharusnya Pemkab Sumenep sudah mengambil langkah tegas terhadap persoalan reklamasi pantai. Sebab dikhawatirkan akan menimbulkan adu fisik hingga menimbulkan korban. Sehingga diharapkan ada solusi dari pemkab.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Ajak Peringati HUT RI Ke-78 dengan Kebahagiaan

“Sebenarnya sudah terjadi bentrok,  warga menghadang pengerjaan reklamasi pantai tepat di depan ekskavator. Kronologinya pada Jumat 7 Juli Kemarin sekitar pukul 13.00 WIB ekskavator masuk lokasi. Mengetahui hal itu, pada pukul 15.00 WIB, masyarakat segera menuju pantai dan dihadang oleh pekerja, karena masyarakat tetap maksa masuk, maka terjadilah cekcok dan dorong-mendorong,” ujarnya kepada Kabar Madura, Senin (10/7/2023).

Dia mengaku kesal dengan tindakan pekerja tambak garam yang memicu bentrok. Sebab, pekerja nampaknya bukan sekedar berniat untuk bekerja, tetapi untuk berkelahi dengan warga. Apabila jika ada korban jiwa, maka jelas akan menjadi pukulan besar bagi warga setempat.   Bahkan ketika terjadi kerusuhan, sekitar 5 sampai 7 pekerja tambak garam ada yang membawa pentungan.

“Saya tidak tahu mau digunakan untuk apa pentungan tersebut. Untungnya pentungan yang dibawa pekerja tambak segera diambil alih oleh warga,” jelasnya.

Baca Juga:  Jemaah Haji Lansia Hilang dari Rombongan, Kemenag Sumenep Evaluasi Pengawasan

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *