oleh

Bangkesbangpol Sumenep Lemah Jalankan Program

KABARMADURA.ID, Sumenep – Keseriusan Bandan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bekesbangpol) Kabupaten Sumenep dalam merealisasikan programnya dinilai tumpul. Salah satunya program yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan. Hal ini diungkapkan, Anggota Komisi I DPRD Sumenep Irwan Hayat, Minggu (04/10/2020).

Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan selama ini, masih lemah. Sosialisasi dari Bangkesabangpol harusnya optimal meyelesaikan perannya dalam hal wawasan kebangsaan. Namun kondisi di lapangan selama ini tidak memiliki target jelas.

Padahal, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mampu memberikan instrumen pada organisasi-organisasi  lainnya untuk melakukan kerjasama. Misalnya, organisasi kemahasiswaan dan organisasi kemasyarakatan.

“Selama ini program Bakesbangpol Sumenep nyaris tidak ada kerjasama baik. Sehingga, program tersebut lemah, karena tidak ada program sama sekali,” keluhnya.

Seharusnya, Bakesbangpol memberikan edukasi-edukasi tentang wawasan kebangsaan baru terhadap masyarakat karena selama ini, nyaris tumpul. Bukan hanya ormas dan organisasi kebangsaan yang disentuh, termasuk organisasi kepemudaan.

“Saya sering mewanti-wanti mengenai program dan memaksimalkan wawasana kebagsaan. Tetapi, belum diperhatikan dengan baik,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan, dalam hal menciptakan dinamisasi kehidupan bagaimana menjalin komunikasi baik dengan lintas kelompok, lintas suku, lintas ras selama ini tidak ada. “Maka, Bakesbangpol harus memunculkan ide-ide baru mengenai hal tersebut,” tukas dia.

Lebih lanjut Irwan Hayat menegaskan, Bakesbangpol bukan hanya sebagai penyalur dana banpol terhadap partai politik (parpol). Tetapi, program wawasan kebangsaan juga harus dumunculkan. “Ini bukan main-main. Tetapi, harus ditanggapi serius,” tegasnya.

Selain itu, empat pilar kebagsaan juga harus dilakukan pelatihan. Apalagi saat ini menghadapi momentum politik, pastinya membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Tanpa melihat persamaan ras dan lainnya.

“Dalam waktu dekat kami akan terus berkoordinasi dengan Bangkesbangpol untuk senantiasa menyempurnakan program-programnya terlebih wawasan kebangsaan yang saat ini di Sumenep masih lemah,” janjinya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Sumenep Akh. Zaini mengaku tidak mengadakannya program yang ideal kerena terkendala anggaran. Termasuk mengenai Hari Kesaktian Pancasila (HKP) yang biasanya ada semacam pelatihan tentang pentingnya pancasila serta upacara.  “Masih terkendala anggaran, sehingga program masih belum sempurna,” ujarnya.

Selama ini, anggaran Bakesbangpol Hanya Rp2 Miliar lebih. Itu pun pencairan dana untuk banpol menelan Rp1 miliar. “Jika dihitung-hitung anggaran kami memang sangat terbatas,” tegasnya. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed