oleh

Bangkesbangpol Sumenep sebut Anggaran Sosialisasi HKP tidak Cukup untuk Seluruh Kecamatan

KABARMADURA.ID, Sumenep – Di Hari Kesaktian Pancasila (HKP) pada 1 Oktober 2020 Bandan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bekesbangpol) belum mampu memaksimalkan program etika kultur berkenaan dengan Negara Kesatuan Rakyat Indonesia (NKRI). Serta menyongsong pancasila dengan terus menjunjung tinggi etika dan budaya yang ada.

Kabid Pembinaan Politik dan Ormas Bekesbangpol Sumenep Sri Nur Hayatin mengatakan, sosialisasi etika kultur tidak menyeluruh.  Dari 27 kecamatan hanya 7 kecamatan yang melaksanakan sosialisasi etika kultur NKRI. Masing-masing Kecamatan Rubaru, Pasongsongan, Ambunten, Paragaan, Ganding dan Guluk-guluk.

“Salah satu penyebab tidak menyeluruhnya program tersebut, karena terkendala anggaran,” katanya, Kamis (01/10/2020).

Dijelaskan, anggaran untuk sosialisasi di tahun 2020 Rp150 juta. Jika dilakukan di seluruh Kecamatan maka tidak akan pernah cukup untuk melaksanakan program tersebut. Sehingga, kesadaran masyarakat masih minim mengenai pentingnya etika serta budaya. “Dihari kesaktian pancasila harus benar-benar memaknai bahwa budaya sangat penting untuk dilestarikan,” ucapnya.

Dia menyadari bahwa setiap budaya memiliki khas masing-masing. Bahkan seringkali saling bertolak belakang. Di satu budaya sikap tertentu bis diterima, tetapi dalam budaya yang lain bisa saja tidak. Namun kriteria penilaian terhadap bagus dan tidaknya suatu budaya selalu diukur dengan baik atau tidaknya sikap moral (etika) anggota masyarakatnya.

“Antara etika masyarakat dan budaya masyarakat itu sendiri selalu berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Harapannya, di hari kesaktian harus saling menghargai satu sama lainya,” ujar dia.

Dirinya masih sangat mengharapkan agar anggaran di tahun berikutnya lebih ditingkatkan. Misalnya, Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Sehingga sosialisasi akan merata tanpa ada Kecamatan yang dikesampingkan. “Etika kultur sangat bermanfaat untuk melestarikan budaya serta menjunjung tinggi NKRI,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Sumenep Irwan Hayat mengatakan, minimnya anggaran tidak harus dijadikan alasan mengenai sosialisasi. Sebab, masih banyak cara untuk memaksimalkan program, salah satunya melakukan kemitraan bersama mahasiswa dan ormas lainnya. Tujuannya, untuk menambah wawasan kebangsaan.

“Jangan hanya memprioritaskan kegiatan yang formalitas saja. Tetapi, esensi dari kegiatan itu yang harus dipentingkan,” responnya.

Jika semuanya diukur dengan anggaran maka program tidak pernah optimal. Dia menegaskan membangun kemitraan itu penting untuk keterlibatan masyarakat kedepan. Menurutnya harus ada solusi dalam memaksimalkan program. Terlebih yang berkaitan dengan NKRI dan Pancasila

“Harus terus merancang program wawasan kebangsaan serta etika kultur yeng dimaksud,” pungkasnya. (imd/ito)

 

Komentar

News Feed