Bangkitkan Semangat Pemuda untuk Mengembangan Potensi Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) INDAH: Sejumlah wisatawan lokal sedang menikmati pemandangan alam di depan Tugu Bukit Brukoh di Desa Bajang Kecamatan Pakong.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Memiliki potensi ekowisata yang mampu menarik perhatian pecinta alam baik asal Pamekasan hingga dari luar Pamekasan, Desa Bajang di Kecamatan Pakong mengalami banyak perubahan beberapa tahun terakhir.

ALI WAFA, PAKONG

Bacaan Lainnya

Siapa yang tidak kenal dengan Bukit Brukoh. Destinasi wisata bukti yang satu ini telah familiar di hampir telinga masyarakat Pamekasan. Bahkan, wisatawan luar Pamekasan juga tidak ingin ketinggalan menikmati keindahan alam di atas puncaknya.

Namun, tidak banyak yang tahu. Bahwa destinasi wisata yang berada di atas bukit itu merupakan aset yang didirikan dan dikelola oleh Pemerintah Desa Bajang Kecamatan Pakong. Desa Bajang beberapa tahun terakhir melakukan sejumlah terobosan dengan menciptakan ekowisata baru.

Desa ini, memiliki sejumlah potensi lokal yang dapat dijadikan tumpuan harapan bagi masyarakat sekitar. Tanah yang subur dan iklim cuaca yang kerap kali bersahabat membuat Desa Bajang menjadi desa yang produktif dan potensial secara ekonomi.

Bagaimana tidak, sejumlah tanaman dan buah-buahan dapat tumbuh segar dan mampu menghidupi masyarakat setempat. Mulai dari durian, melon, semangka, mangga dan sejumlah buah komersil lainnya.

Namun belakangan ini, Desa Bajang lebih dikenal dengan desa yang memiliki kemandirian ekonomi melalui sektor pariwisata. Setidaknya, ada dua destinasi wisata di desa ini. Yaitu Bukit Brukoh dan Wisata Sawah. Kedua destinasi wisata itu menjadi sumber pendapatan bagi Desa Bajang berikut warga setempat.

“Kalau potensi lokal sebenarnya banyak. Hanya saja, kami sedang mengembangkan dua destinasi wisata itu,” demikian disampaikan Kepala Desa Bajang, Muhammad Mukri.

Bukit Brukoh sendiri menghabiskan modal sekitar Rp180 juta bersumber dari dana desa (DD). Pengembangan di Bukit Brukoh hingga saat ini terus dilakukan. Kini, omset yang didapatkan dari wisata Bukit Brukoh setiap bulannya mencapai Rp4 hingga Rp5 juta.

Sementara wisata sawah, pihaknya menghabiskan modal sekitar Rp200 juta yang juga bersumber dari DD. Destinasi wisata ini baru diresmikan pada akhir tahun 2020 lalu. Sementara Bukit Brukoh telah diresmikan pada 2018 lalu.

Karena wisata sawah diresmikan di tengah wabah Covid-19, maka wisata sawah saat ini baru memiliki omset sekitar Rp1,5 sampai Rp2 juta setiap bulan. Namun pengembangan terus dilakukan agar semakin banyak pengunjung.

Yang membedakan, karcis masuk untuk ke bukit brukoh yaitu sebesar Rp5 ribu sementara di wisata sawah hanya sebesar Rp2 ribu. Tidak hanya itu, berkat kedua destinasi wisata itu, Pemdes Bajang telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

Sebagian pengelola wisata itu merupakan kelompok pemuda. Sehingga para pengelola masih energik dan masih kaya dengan ide dan gagasan untuk pengembangan dan keberlanjutan destinasi wisata di Desa Bajang.

“Desa ini desa hidup. Tanahnya subur, ekonominya berjalan lancar. Masyarakatnya juga mau bergotong-royong,” pungkasnya. (mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *