oleh

Bangun Rumah Aman, Pelaku dan Korban di Bawah Umur Dikumpulkan Jadi Satu

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Rencana mewujudkan kota layak anak (KLA), Pemerintah Kabupaten Bangkalan akan membangun rumah aman. Pembangunan tersebut sudah masuk lelang. Sayangnya, penghuni yang akan menempatinya tidak hanya korban, pelaku di bawah umur. Mereka akan ditempatkan di satu lokasi yang sama dengan korban.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mengatakan, jika nantinya pelaku dan korban ada di dalam satu lokasi, yakni rumah aman tersebut, dia meminta agar penjagaan diperketat. Sehingga, korban tetap merasa aman di tempat tersebut.

“Prioritasnya rumah aman ini harus ada dulu. Kalau itu hal teknis nanti bisa dibicarakan bagaimana sebaiknya dan diatur dalam ketentuan lain nanti,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia juga berharap agar pelaku dan korban yang masih sama-sama di bawah umur untuk tidak ditempatkan di satu lokasi yang sama. Dia ingin ada alternatif lain dari dinas terkait.

“Realisasi harus tahun ini yang jelas. Jangan sampai ditunda-tunda lagi. Nanti akan kami evaluasi lagi terkait anggaran dan realisasinya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Gedung Dinas PRKP Nur Taufik menyampaikan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan selaku pelaksana pembangunan tersebut mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar.

“Lokasi di Jalan Kapten Syafiri Bancaran, berdekatan dengan Stadion Kerapan sapi, tahapannya sudah masuk lelang,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Ahmad Riyadi mengatakan, rumah aman tersebut untuk anak yang berhubungan dengan anak berhubungan hukum (APH). Korban akan didampingi pihaknya. Sedangkan pelaku akan ditangani oleh Balai Permasyarakatan (Bapas) Pamekasan.

“Sebab, anak yang terlibat hukum, ditangani di sana, tidak di Lapas. Namun, rencananya selama diproses di sana nanti akan kami tempatkan di rumah aman,” terangnya.

Mengenai alasan pelaku dan korban ditampung di satu tempat, agar pengawasan lebih mudah. Karema, di Bapas Pamekasan tidak tersedia rumah aman untuk pelaku di bawah umur.

Jika ditempatkan di lapas, imbuh Riyadi, akan jadi satu dengan pelaku dewasa. Agar tidak menumpang di Pemekasan dan pelaku di bawah umur perlu lebih dilindungi, rencananya akan tinggal di rumah aman yang akan dibangun tahun ini.

“Kalau korban akan didampingi oleh kami, sementara untuk pelaku di bawah pengawasan Bapas,” tandasnya. (ina/waw)

 

 

Komentar

News Feed