Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Buka Kantor Kas dan Produk Pembiayaan Baru

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BERINOVASI: Bank BPRS terus berbenah dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep, terus berinovasi dalam menyajikan kemudahan pelayanan dan mendukung pemgembangan usaha masyarakat di Kota Keris ini.

Beragam inovasi, di antaranya meresmikan kantor KAS Bangkal dan launching produk pembiayaan baru. Acara tersebut digelar di pendopo kantor Kecamatan Kota Sumenep, Rabu (23/6/2021). Ikut memeriahkan acara, mengundang sekitar 80 orang dan ketat protokol kesehatan (prokes).

Bacaan Lainnya

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah beserta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi dalam sambutannya menyampaikan, BPRS selama ini menjadi salah badan usaha milik daerah (BUMD) yang paling aktif menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Pada masa wabah Covid-19 masih tetap yang paling sehat pendapatannya.

“Tahun ini sekitar Rp7 miliar PAD, padahal unit-unit yang lain kewalahan. Kami berikan apresiasi yang luar biasa. Harapan kami selaku pemilik saham terus berkontribusi terlebih pada kesejahteraan masyarakat,” ucap orang nomor satu di Sumenep ini.

Direktur Oprasional BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Khairil Fajar juga menjelaskan, sudah 19 tahun menjadi bagian unit usaha daerah. Jadi, harus terus berinovasi dan terus membenahi sistem pelayanan.

“Sebenarnya Bank BPRS Bhakti Sumekar ini pernah menempati area kecamatan pada tahun 2005 yang lalu. Namun setelah itu kami pindah menempati area Pasar Bangkal. Kemudian setelah 16 tahun, kami kembali lagi ke area kantor camat kota dan muda-mudahan ke depannya semakin memberikan mamfaat,” ujarnya.

Setelah melaunching kantor KAS Bangkal, bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, melaunching tiga produk baru, yakni program pembiayaan. Program tersebut di antaranya pembiayaan mitra UMKM sejahtera, yakni program yang memberikan pinjaman rate margin 0 persen, rate margin setara per tahun sebesar 3 persen dan rate margin setara 6 persen per tahun.

“Kalau kita pernah mendengar KUR pemerintah pusat dengan bunga murah, Pemerintah Kabupaten Sumenep punya program sangat murah, yaitu tanpa margin,” papar dia.

Selanjutnya, pembiayaan istishna, atau pembiayaan kepemilikan rumah, kios, dan toko. Program itu merupakan bagian dari pembiayaan akad jual beli pada produk perbankan syariah. Turunan dari akad jual beli itu adalah, murabaha, salam, dan istishna.

Fajar melanjutkan, masyarakat yang berkenan dengan program tersebut bisa memesan rumah sesuai dengan selera, sebab BPRS memberikan layanan mendirikan rumah dari awal.

BPRS memiliki 4 lokasi yang akan kembangkan, yakni perumahan Batu Permata di Desa Batuan, perumahan Area Sumekar Regens di Desa Kolor, tepatnya selatan Pasar Anom, perumahan Permata Zamrud di Desa Kolor dan perumahan Mojo Boro Bugis Residence, di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Malang.

Sedangkan inovasi selanjutnya adalah soft launching pembiayaan online dengan nama Sumekar Pembiayaan Layanan Online (Supel). Fasilitas pembiayaan itu mudah diakses, karena sudah tersedia di aplikasi android.

“Sehingga dengan adanya program itu, para nasabah tinggal mendownload di playstore, dan bisa bertransaksi menggunakan HP, semua tidak lain untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *