Bank BPRS Bhakti Sumekar Terus Tawarkan Kenyamanan kepada Nasabah 

News172 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar terus berinovasi untuk memudahkan layanan kepada nasabah. Tahun ini bakal menyediakan layanan digitalisasi nontunai yang bekerja sama dengan pihak lain. 

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar menyampaikan, untuk terus meningkatkan laba dan juga nasabah pihaknya bakal terus menyajikan kemudahan-kemudahan. Di antaranya bakal memanfaatkan peningkatan sesuai perkembangan digital. 

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan beberapa elemen, tujuannya untuk memberikan kenyamanan kepada para nasabah,” kata pria yang dikenal inovatif dalam memimpin BPRS Bhakti Sumekar tersebut. 

Apalagi, kepercayaan masyarakat kepada salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) di ujung timur Pulau Madura ini tambah tahun tambah meningkat. Hal itu tidak cukup dipertahankan, tetapi harus terus dikembangkan. 

Baca Juga:  Bank BPRS Bhakti Sumekar Hibahkan Mobil Sehat ke RSUD Sumenep

Salah satunya dengan digitalisasi nontunai, yakni nasabah bisa melakukan pencairan dengan tanpa ATM. Yakni tinggal menyedihkan aplikasi dan bisa diambil di ATM yang tersedia di setiap kecamatan. 

“Itu nasabah  bisa lebih mudah jika mau ambil uang, bisa dilakukan kapan dan di mana saja,” imbuhnya. 

Sebelumnya, beragam inovasi sudah dilakulan Bank BPRS Bhakti Sumekar. Seperti peluncuran produk layanan e-channel, antara lain BBS Setrik, BBS Mobile, BBS ATM, BBS CRM, dan BBS Merchant. Semua itu dilakukan untuk terus memberikan kenyamanan kepada nasabah. 

Pria yang akrab dipanggil Fajar itu juga menyebutkan, terdapat 191.630 rekening pihak ketiga pada tahun 2020, sementara pada tahun 2021 bertambah 218.822 rekening, dan pada tahun 2023 terus mengalami kenaikan, jumlah yakni 236.326 nasabah. 

Baca Juga:  BPRS Bhakti Sumekar Gelar Lomba-Lomba Unik untuk Peringati HUT Kemerdekaan RI 

Sementara nilai penghimpunan dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan. Dana pihak ketiga pada tahun 2021 mencapai Rp770 miliar dan non-BPRS senilai Rp10 miliar. Sedangkan dana pihak ketiga tahun 2022 senilai Rp838 miliar dan non BPRS Rp12 miliar. 

“Termasuk untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan untuk masyarakat kepulauan, maka dengan digitalisasi non tunai diharapkan lebih dirasakan kemudahan-kemudahan oleh nasabah,” pungkasnya. 

JUMLAH REKENING PIHAK KETIGA
Tahun 2020: 191.630 rekening
Tahun 2021: 218.822 rekening
Tahun 2023: 236.326 rekening

DANA PIHAK KETIGA
2021
BPRS Rp770 miliar.
Non-BPRS Rp10 miliar

2022
BPRS: Rp838 Miliar
Non BPRS: Rp12 miliar

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *