oleh

Bank BPRS Sumekar Dinilai BUMD Paling Sehat di Sumenep

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Bupati Sumenep A Busyro Karim meresmikan gedung baru PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Sumekar (Perseroda), Senin (15/2/2021). Acara yang dikemas dalam bentuk silaturrahim itu, juga disertai dengan kegiatan pemberian santunan untuk anak yatim.

BPRS Sumekar yang merupakan badan usaha milil daerah (BUMD) Sumenep itu, dinilai sebagai perusahaan yang paling sehat dalam mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

“Pada tahun ini kepercayaan masyarakat dalam meletakkan uang disini meningkat hingga Rp600 miliar, ini merupakan BUMD paling sehat. Nomor satu di Sumenep, dan nomer dua jika dihimpun dengan bank lain,” tutur bupati dua periode itu.

Dengan adanya gedung divisi ini,diharapkan adaperkembangan dalam sarana prasana, agar menciptakan kenyamanan dalam pelayanan kepada nasabah. Apalagi, selama ini dalam BPRS tidak memperhitungkan untung rugi dalam memberikan layanan.

Salah satu buktinya, setelah dilantik di periode kedua, BPRS ditargetkan membuka layanan di setiap kecamatan. Terlebih di kepulauan. Hasilnya, seluruh kecamatan sudah dipastikan akan hadirnya salah satu bank yang menyajikan kemudahan layanana kepada masyarakat itu.

‘Kalau hitungannya hanya keuntungan,ngapain buka di kepulauan yang aktivitas masyarakat terkadang terbatas.Tapi setelah dibuka, respon masyarakat sangat positif dan antusias. Kesan saya supaya BPRS terus meningkatkan layanan prima,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Divisi Bisnis BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar mengatakan, tambahan fasilitas itu akan menjadi pecutan semangat untuk lebih banyak berkontribusi terhadap PAD.

Dia juga mempresentasikan beberapa capaian Bank BPRS, di antaranya peningkatan aset hingga 100 persen.

“Artinya capaian itu merupakan hasil kerja keras  dan sinergitas di seluruh elemen internal BPRS dan respon positif dari masyarakat,” ucap Hairil.

Sejak BPRS didirikan pada 16 September 2002,perubahan status menjadi BUMDmelalui tahapan yang panjang dan dinamika yang beragam pula.

“Ini tanpa konsistensi dari seluruh elemen tidak mungkin bisa tercapai. Dengan bahu membahu, kita tumbuh menjadi kuat dan membantu mewujudkan kesejahteraan di Sumenep,” paparnya. (ara/waw)

 

PERKEMBANGAN ASET

2015: Rp513.595.091.927

2020:Rp1.027.785.109.000 (tumbuh 100 persen)

PERKEMBANGANPENYERTAAN MODAL

2002-2010: Rp40 miliardengan 8.000lembar saham

2011-2020: Rp106,2miliardengan 21.300 lembar saham

KONTRIBUSI PAD

Rp79,6 miliar

JARINGAN KANTOR BANK BPRS

31 kantor 4 unit kas keliling

  1. Pamekasan 4 unit kantor cabang
  2. Sumenep 16 kantor cabang dan 2 kantor kas
  3. Kepulauan 7 kantor
  4. Jember 1 kantor cabang

Komentar

News Feed