oleh

Bank Jatim dan BPRS BAS Dinilai Bermasalah

Puluhan Miliar Dana Sharing Minim Deviden

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dibuat geram oleh dua perusahaan perbankan yang dianggap merugikan Sampang. Kedua bank tersebut yakni Bank Jatim dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bakti Artha Sejahtera (BAS) Sampang yang merupakan BUMD milik Pemerintah Sampang.

Bupati Sampang Slemet Junaidi mengatakan, kedua bank tersebut minim manfaat bagi masyarakat Sampang, sehingga perlu evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan perannya bagi Sampang.

Dianggap merugikan, karena di Bank Jatim terdapat dana sharing dari Pemkab Sampang sebanyak Rp20 miliar, namun hanya menyetor deviden sekitar Rp4,5 milliar dalam satu tahun. Sementara bunga bank yang dihitung sebesar 8 persen. Dengan dana sharing Rp20 miliar, bungan tersebut bisa sebesar Rp4,5 milliar.

“Nah artinya Rp4,5 milliar itu bukan deviden tapi bunga deposito yang ada, harusnya yang disetor kepada Pemkab Sampang dana keuntungan,” katanya.

Tak hanya Bank Jatim, kader Partai NasDem itu juga mengungkap hal yang sama terjadi di BPRS BAS. Di bank pelat merah milik Pemkab Sampang tersebut, juga disimpan dana sharing sebesar Rp.19 milliar, namun dalam perjalanannya hanya menyetor deviden sekitar Rp1,5 milliar.

“Kalau dihitung itu hanya bunga bank yang disetor ke daerah,” tambahnya.

“Inikan gila namanya, masak bertahun-tahun ada dua perbankan itu, tapi tidak ada dana deviden yang masuk ke daerah, daerah hanya dicekoki bunga bank selama ini,” tegasnya.

Tak ingin dianggap lalai, Ba Idi (sapaan akrab Slamet Junaidi) akan mengevaluasi seluruh perbankan di Kabupaten Sampang, sehingga semua unsur peningkatan pemerintahan berjalan maksimal.

“Kami benahi dulu sisi mana yang harus dibenahi, kalau tidak bisa dibenahi, maka amputasi jalan terakhir,” tukasnya.(awe/waw)

Komentar

News Feed