Bansos Covid-19 di Bangkalan Terancam Dihapus

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) BANTUAN: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron saat memberikan bantuan sembako awal terjadinya wabah Covid-19 beberapa waktu lalu.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Wabah Covid-19 di Bangkalan masih belum berakhir. Namun, bantuan sosial (bansos) bagi warga yang terdampak wabah tersebut tidak diperpanjang. Tidak diperpanjangnya bansos tersebut karena sampai saat ini belum ada pengajuan dari dinas terkait.

Kepala Badan Pengelola dan Keuangan Daerah (BPKAD) Bangkalan Abdul Aziz menuturkan, serapan anggaran untuk bansos belum ada pengajuan lagi. Dikatakannya, terakhir anggaran yang diserap untuk bansos kepada pondok pesantren dan disabilitas.

Bacaan Lainnya

“Untuk anggaran bansos belum ada penyerapan lagi,” katanya.

Aziz mengungkapkan, belum diserapnya kembali bansos itu, dia memprediksi ada bantuan-bantuan lain yang diterima oleh Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan kepada keluarga terdampak. Sebab, semua alokasi bantuan ada di dinas itu.

“Yang jelas bantuan tidak terduga (BTT) ini peruntukannya untuk penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi dan keperluan masyarakat yang terdampak,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Bupati Bangkalan Mohni menyampaikan, anggaran yang ada di BTT untuk dimanfaatkan, termasuk bansos bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Kata dia, sisa anggaran BTT yang ada, pihaknya mengaku, akan merencanakan bansos seperti bantuan beras atau sembako lagi.

“Dimungkinkan diadakan lagi, nanti kami akan minta kepada OPD yang bersangkutan untuk mengajukan,” jelasnya.

Dia juga akan meminta dinsos mendata daerah atau kecamatan mana saja yang belum tersentuh bantuan selama wabah covid-19. Namun, mantan Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan itu  meminta kepada dinsos agar realisasinya penuh dengan tanggungjawab.

“Kami masih belum mengkroscek apakah dinsos sudah mengajukan lagi atau tidak,” tukasnya.

Sementara itu, dari pihak Dinsos Bangkalan masih belum bisa memberikan keterangan terkait bansos apa saja yang masih diberikan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Bangkalan selama status wabah Covid-19 ini diperpanjang. Saat dihubungi pihak Kabar Madura melalui seluler, Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio belum memberikan respon. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *