oleh

Bansos Guru Ngaji Terganjal Lambatnya Pengajuan

Kabarmadura.id/SAMPANG-Hingga akhir triwulan III tahun anggaran 2020berjalan, ribuan guru ngaji di Kabupaten Sampang tidak kunjung menerima pencairan bantuan sosial (bansos) berupa honor sebagaimana yang telah dijanjikan Pemkab Sampang.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang berkelit bahwa belum cairnya honor guru ngaji itu lantara pengajuan dari setiap kecamatan lamban, bahkan hingga kini masih ada beberapa kecamatan yang belum mengajukan.

Plt Kepala Disdik Sampang Nur Alam yang dikonfirmasi melalui Kabid Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Subairi Yanto mengatakan, proses pencairan honor para guru ngaji itu, masih menunggu pengajuan dari semua kecamatan.

Selain itu, data penerima dari Kecamatan Sreseh, Robatal, Sokobanah, Ketapang dan lainnya masih ada yang harus diperbaiki dan dilengkapi, sehingga honor belum bisa dicairkan.

Kata dia, pada tahun ini tercatat sebanyak 6.000 orang guru ngaji sebagai penerima honor dari Pemkab Sampang.Setiap orang mendapatkanRp1 juta yang dicairkan melalui rekeningmasing-masing penerima. Sementara untuk usulan tambahan sudah ada sekitar 500 orang. Namun itu baru bisa ditambahan pada tahun berikutnya.

“Pagu anggaran yang disiapkan untuk honor ngaji tahun ini mencapai Rp6 miliar. Tetapi, kami belum bisa mencairkan karena masih menunggu pengajuan dari semua kecamatan, kemungkinan akhir bulan ini atau awal September mendatang baru bisa dicairkan,” ujar Subairi Yanto saat ditemui Kabar Madura di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2020).

Subairi menjelaskan, guru ngaji yang bisa mendapatkan bantuan honor dari pemkab itu, harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya memilikiminimal 25 santri, berdomisi di wilayah Sampang yang dibuktikan melalui e-KTP dan lain sebagainya.

Jika sudah memenuhi persyaratan, maka yang bersangkutan dapat mengajukan ke instansinya.Setelah itu berkas dan kelayakan calon penerimadiverifikasi.

“Untuk tahun 2021 mendatang, kami targetkan penerima honor guru ngaji ini mencapai 7.000 jiwa, dan tahun berikutnya semua guru ngaji di Sampang sudah tercover honor semua, kami terus menyisir di berbagai kecamatan,” terangnya.

Sementara itu, seorang guru ngaji di Kecamatan Kedungdung Sampang Ust. Abidin (43) berharap, honor yang diperuntukkan bagi guru ngaji itu segera dicairkan, sebab mereka juga terdampak wabah Covid-19. Terlebih, guru ngaji sangat mengaharapkan bantuan itu untuk meringankan beban pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Pihaknya mangaku sangat berterima kasih atas kepedulian pemkab kepada guru-guru ngaji, utamanya yang berada di pelosok desa, kendati nominalnya tidak terlalu besar. Tapi adanya bantuan diakui sangat membantu, karena mayoritas para guru ngaji itu tidak menerima bayaran dari orangtua santri.

“Kalau saya berharap, honor ini bisa segera dicairkan, apalagi sekarang masa wabah Covid-19 yang hampir semua masyarakat merasakan dampaknya,” singkatnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed