Bansos Guru Non-ASN di Sumenep Segera Cair

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) CAIR: Pemkab Sumenep anggarkan dana senilai Rp7,6 miliar untuk bansos guru non-ASN.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Hasil perubahan anggaran keuangan (PAK) yang dievaluasi oleh Gubernur Jawa Timur sudah selesai. Salah satu di dalamnya masalah pencairan bantuan sosial (bansos) untuk guru non aparatur sipil negara (ASN) yang akan segera dicairkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Muhamad Iksan mengatakan, surat keputusan (SK) tentang pencairan bansos guru non-ASN sudah diterima dari Bupati Sumenep. Pencairan akan segera dilakukan.

Bacaan Lainnya

Insya Allah besok atau lusa akan segera dicairkan,” ujar Muhammad Iksan, Minggu (21/11/2021).

Dijelaskan, dana yang disiapkan senilai Rp7,6 miliar. Sementara jumlah guru non-ASN di kabupaten paling timur di Madura ini sekitar 6.319 orang.

“Masing-masing guru akan mendapatkan Rp1,2 juta,” imbuhnya.

Dikatakan Muhammad Iksan, adanya bansos khusus guru non-ASN ini bermula dari usulan yang menyebutkan bahwa banyak tenaga pendidik di beberapa daerah yang tidak mendapatkan honor yang semestinya. Bahkan ada yang tidak mendapatkan sama sekali. Sehingga pihaknya mengupayakan untuk mendapatkan bantuan sosial.

“Bagi guru yang mendapatkan, diharapkan semakin giat mengajar,” harapnya.

Bantuan ini akan diberikan setahun sekali, senilai Rp800-900 ribu per guru. Namun untuk tahun ini nominal bantuan yang akan diberikan berbeda, per guru akan menerima senilai Rp1,2 juta.

“Ini bukti, bahwa Pemkab sudah lebih memprioritaskan guru non-ASN dari tahun sebelumnya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep tersebut.

Diketahui, sasarannya adalah tenaga pendidik yang aktif mengajar di tingkat PAUD, TK/RA, SD/MI/MD dan SMP/MTs, baik yang berstatus negeri maupun swasta.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menyebutkan, bansos bagi guru non ASN sangatlah bagus. Ia menekankan agar pendataan dilakukan secara benar. Sehingga pencairannya tepat sasaran.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga memberikan peringatan keras, agar tidak ada penyelewengan atau pemotongan dalam bantuan sosial ini. Penerima harus menerima utuh.

“Bansos ini harus tepat sasaran. Mengingat para guru non-ASN tidak mendapatkan honor apapun,” tegasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Sule Sulaiman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *