Bansos Ngendon, Guru Ngaji di Sampang Kesal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) WADUL PEMKAB:Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang bersama guru ngaji mempertanyakan realisasi bansos.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang bersama belasan guru ngaji, mendatangi Kantor Pemkab Sampang. Mereka mempertanyakan bantuan sosial (bansos) khusus guru ngaji yang tidak kunjung cair. Sebab, anggaran sebesar Rp6 miliar direncanakan untuk para guru ngaji.

Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai realisasinya. Sehingga, mereka ingin memastikan mengenai kendala yang mengakibatkan tidak direalisasikannya dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2021. “Kami memang sengaja mendatangi Kantor Pemkab, setelah mendapatkan laporan dari guru ngaji,” ujar Koordinator Relawan Pemantau Bansos Covid-19 Lakpesdam PCNU Sampang Abd. Hamid, Selasa (31/8/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan hanya untuk memperjuangkan hak para guru ngaji. Sebab, kerap menerima laporan dari para guru ngaji tentang belum terealisasikannya bansos tersebut. Bahkan, sudah ada belasan guru ngaji yang mengeluh. Apalagi, mengacu pada tahun lalu masih banyak guru ngaji yang terdaftar sebagai penerima belum mendapatkan haknya.

“Tahun lalu setelah kami kalkulasi ada 65 bansos guru ngaji tidak cair. Itu terbukti tidak ada dana masuk ke rekening guru ngaji. Padahal mereka terdaftar sebagai penerima bantuan,” paparnya.

Sedangkan tahun ini lanjut Hamid, disinyalir ada 300 rekening yang belum terisi bansos. Sehingga, pihaknya berharap ada kepastian dari pemerintah soal kendala tidak cairnya bantuan guru ngaji. “kami berharap bantuan itu segera direalisasikan. Karena tahun lalu banyak dana tidak tersalurkan. Namun tidak ada tindak lanjut,” ucapnya.

Sementara itu Plt Kepala Disdik Sampang Nor Alam berjanji, akan melakukan kroscek data. Menurutnya, beberapa bantuan yang tidak tersalurkan akibat kehati-hatian pemerintah. Sehingga, harus dilakukan sinkronisasi ulang. “Kami akan lakukan koordinasi kembali dengan pihak bank. Sebelumnya, mereka berjanji segera memprosesnya,” responnya.  (man/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *