Bansos untuk Guru Honorer di Sumenep Hingga Akhir Tahun Belum Cair

  • Bagikan
(FOTO: KM/Razin) BELUM CAIR: Honorarium guru sukarelawan (sukwan) atau honorer di Kabupaten Sumenep belum terealisasi.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, memastikan sekitar 6. 213 penerima tunjangan guru dengan status sukarelawan (sukwan) di tahun 2020. Dana tersebut, direalisasikan untuk tunjangan transportasi, maupun honorarium dengan total anggaran Rp. 7.583.400.000.

Kasubbag Tugas Pembantuan Disdik, Tri Fathanah mengatakan, jumlah anggaran tunjangan tahun ini lebih sedikit dari sebelumnya. Sebab, pada tahun 2019 disediakan untuk 7.600 guru sukwan yang bertugas di sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.

“Hanya saja belum terealisasi, insyallah sebentar lagi. Karena sekarang, masih disibukkan dengan persyaratan, misalnya guru yang bersangkutan diminta buat proposal pengajuan lagi,” katanya, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, yang menjadi kendala atau penghambat yakni harus memverifikasi data penerima, dengan tujuan untuk memastikan data yang sudah mendapatkan tahun 2019 tidak lagi memperoleh atau terkaver di tahun 2020 ini.

Ditegaskan, dari total anggaran tersebut, realisasinya dibagi menjadi dua bagian. Masing-masing, dana sebesar Rp900 ribu untuk  4.000 sukwan sebagai bantuan biaya transportasi. Sedangkan, nominal lebih besar, Rp1,8 juta, diberikan kepada 2.213 guru yang berstatus non sertifikasi dalam bentuk honorarium.

Bantuan tersebut, diberikan sekali dalam setahun, biasanya terealisasi jelang akhir tahun, dan penerima bantuan itu tidak boleh menerima ganda. Jika sudah mendapatkan uang transportasi, tidak akan memperoleh honor, sebesar Rp150 ribu perbulan.

“Seperti kekhawatiran sejak awal, tahun ini sepertinya akan ada pemangkasan, karena memang anggarannya dipangkas, begitu pun yang kami ajukan, juga tidak sampai atau di bawahnya dari jumlah tahun kemarin,” imbuhnya.

Menanggapi kondisi itu, Anggota Komisi lV DPRD, Kabupaten Sumenep, Samiudin mendesak agar setiap kendala atau persoalan segera dituntaskan, apalagi menyangkut persoalan gaji atau kesejahteraan guru.

Baca juga  Legislatif Sesalkan Molornya Pembangunan Gili Iyang

“Guru yang masih tidak lulus sertifikasi itu, pendapatannya kecil, maka kalau bisa untuk selanjutnya pertengahan tahun harus segera dicairkan, biar semangat belajarnya,” paparnya. (ara/ito)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan