Bantah Sajikan Hidangan Basi, Dinies Cafe Tolak Tudingan Penipuan

(KM/ALI WAFA) BANTAH: Owner Dinies Cafe Dimas Aditya saat memperlihatkan contoh puding yang disajikan saat acara pernikahan keluarga Mahfud MD.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Penyedia Catering Dinies Cafe angkat bicara persoalan keluhan keluarga Menkopolhukam Mahfud MD. Pemilik vendor catering Dinies Cafe Dimas Aditya membantah menu makanan yang dikirimkan telah basi. Dia menyebut, menu makanan yang sangat layak untuk dikonsumsi.

Meski begitu, Dimas tidak mengelak bahwa kualitas menu yang dihidangkan di acara resepsi pernikahan keponakan Mahfud MD memenuhi standar. Sebab, harga per porsinya yaitu Rp18 ribu. Harga tersebut menurutnya telah sesuai dengan kualitas; yaitu nasi putih, ayam, sambel goreng, telur, kerupuk, air dan puding.

“Tidak mungkin kami mengirimkan makanan basi. Keluarga kami dan karyawan kami juga makan menu yang sama di sini. Kan ada lebihnya itu. Tapi tidak ada yang mengeluh sakit perut. Sebelum kami kirim, semua menu kami coba dulu,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dimas menjelaskan, harga Rp18 ribu per porsi telah disepakati bersama, antara pihaknya dengan Sri Sukmana Damayanti. Harga tersebut disepakati pada tahun 2021 yaitu saat hendak acara pertunangannya. Namun, harga Rp18 ribu itu bukan kualitas tertinggi. Pihaknya juga menawarkan harga di atasnya, namun pihak Sukma memilih Rp18 ribu.

Saat acara pertunangannya, lanjut Dimas, pada tahun 2021 lalu, dia juga sebagai vendor penyedia catering. Saat itu, tidak ada keluhan dengan hidangan yang disajikan. Berhubung acara resepsi ditunda setahun berikutnya, dia mengonfirmasi kembali pihak Sukma untuk memastikan menu yang akan disajikan. Sebab, akan ada perubahan dengan menu saat acara pertunangan, karena harga bahan-bahan juga berbeda dengan setahun sebelumnya. Namun, pihak Sukma tetap memilih menu seharga Rp18 ribu.

“Saya sudah menawarkan, ‘mau tetap pakai yang harga Rp18 ribu atau nambah, soalnya harga bahan-bahan sekarang sudah naik, sudah tidak sama dengan 2021, apalagi pascalebaran’, begitu kata saya. Tapi dia tetap ambil yang harga Rp18 ribu,” ungkap Dimas.

Dimas mengungkapkan, seusai acara resepsi pernikahan, Sukma beserta beberapa orang datang ke rumahnya marah-marah. Mereka membawa makanan dari lokasi pernikahan. Makanan tersebut dibanting di hadapan Dimas dan istrinya, Vanis. Tidak hanya itu, Sukma juga menuntut ganti rugi, karena hidangannya dinilai tidak pantas.

Namun, karena tidak ingin memperpanjang masalah, pihaknya menuruti semua kemauan Sukma. Bahkan, Dimas  telah memberikan ganti rugi sebesar 50 persen dari nilai kontrak. Total catering yaitu 650 bungkus berikut puding. Total nilainya sekitar Rp15 juta. Karena tidak ingin memperpanjang masalah, dia menuruti ganti rugi sebesar Rp7,5 juta.

“Saya juga turuti disuruh buat video klarifikasi dan permintaan maaf,” sambung Dimas.

Di lain pihak, Sri Sukmana Damayanti menerangkan, saat acara pertunangan tahun 2021 lalu, harga menu yang diambil bukan Rp18 ribu melainkan Rp16 ribu. Ia mengambil opsi tawaran tertinggi. Namun, saat menunya tiba, tidak sama dengan kesepakatan awal.

“Tidak ada lagi. Yang ditawarkan hanya Rp16 ribu, Rp17 ribu, dan Rp18 ribu. Tapi yang datang justru mengecewakan. Terlalu banyak yang busuk. Telurnya banyak yang busuk. Dan itu banyak saksinya. Tamu undangan saksinya,” ungkap Sukma.

Ia juga mengaku, ganti rugi yang diberikan bukan 50 persen. Sebab yang Rp15 juta hanya menunya, belum paper bag. “ Untuk paper bag itu, saya juga habis jutaan. Tapi saya masih kasihan,” pungkas Sukma.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.