oleh

Bantu Warga Miskin Melalui Celengan Jum’at Berkah

Kabarmadura.id/Bangkalan--Berawal dari keprihatinan melihat warga miskin yang sakit tanpa diberikan bantuan pengobatan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan, sekumpulan pemuda di Bangkalan membuat Komunitas Emergency. Komunitas tersebut dibentuk pada tahun 2018 silam.

Salah satu anggota Komunitas Emergency Bangkalan Agiel Laksamana Putra menceritakan, sebenarnya ada beberapa relawan yang terdiri dari beberapa komunitas di Bangkalan yang sedang melaksanakan bakti sosial (Baksos).

Kemudian saat baksos pembagian nasi bungkus, mereka melihat seorang nenek-nenek di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) yang berjualan rokok dan kopi. Nenek tersebut dengan kondisi sakit kencing manis yang cukup parah.

Dari situ, Agiel mengatakan, keprihatinan kawan-kawan relawan di Bangkalan melihat nenek-nenek itu, mereka mencoba membantu dengan membawanya ke rumah sakit, sekaligus mengurus proses administrasi dan sebagainya.

“Dari situ kawan-kawan ingin membuat suatu gerakan sukarelawan yang murni membantu tanpa mengharap uang dan sebagainya,” ujarnya, Minggu (20/9/2020).

Lanjut dia, komunitasnya itu diperuntukkan bagi warga Bangkalan yang sakit dan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bantuan itu mulai dari pengurusan administrasi hingga perawatan.

“Jadi tugas kami lebih mengawal dan membantu pasien. Mulai kami bawa ke rumah sakit hingga kami urus administrasinya juga dan kami dampingi hingga sehat,” paparnya.

Lanjut Agiel, untuk anggota selain pembina ada sekitar 20 orang. Mengenai dana, Agiel mengungkapkan, untuk dana kegiatan mereka mengadakan kas rutin tiap bulan. Selain itu, ada beberapa donatur yang bersedia memberikan donasinya.

“Kami juga ada celengan Jum’at berkah hasil kerjasama dengan salah satu angkringan di belakang stadion. Untuk tambahan kegiatan, celengan ini kami taruh di tempat kasir angkringan yang bisa diisi oleh pengunjung angkringan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dia menerangkan, kegiatan komunitasnya tidak hanya melakukan pendampingan untuk warga yang sakit dan tidak mendapatkan bantuan saja. Melainkan seperti gerakan arah gerak komen.

Gerakan tersebut ialah gerakan pendampingan dan bantuan dalam bidang kesehatan, sosial dan pendidikan.

“Sekarang kami tidak fokus kesehatan saja, kami kadang bagi-bagi sembako setiap satu bulan sekali kepada warga miskin. Dalam pendidikan kami membantu anak-anak di pelosok dan memperoleh pendidikan,” pungkasnya. (ina/pin)

Komentar

News Feed