Bantuan Air Terancam Diakhiri Sebelum Kekeringan Usai

  • Whatsapp
KEKERINGAN: Proses droping bantuan air bersih yang dilakukan BPBD Pamekasan di salah satu desa.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Sesuai rencana, distribusi air bersih dalam kegiatan tanggap darurat kekeringan, akan diakhiri pada 30 September 2019 ini. Sayangnya, sampai masuk akhir September ini, kekeringan masih berlangsung.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan belum memastikan, apakah kegiatan droping ke setiap desa tersebut diperpanjang atau diakhiri. Sebab, pihak BPBD Pamekasan harus mengkoordinasikan terlebih dahulu ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Jika nanti hasil dari datanya menunjukkan musim kemarau semakin panjang, maka akan ditambahg bantuan air bersihnya,” Kepala BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus, Selasa (24/9/2019).

Mengenai penambahan annggarannya, juga akan dikordinasikan kembali dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan.

“Karena namanya tanggap darurat, bisa kita merencanakan anggaran,” ujarnya.

Di Pamekasan, wilayah kekeringan melanda  325 dusun di 80 desa dari 11 kecamatan. Dari jumlah tersebut, terdapat 36 desa yang terdampak kering kritis dan selebihnya termasuk kategori kering langka.

Pendistribusian bantuan air bersih dimulai 5 Agustus lalu dan rencananya akan berakhir pada 30 September. Hal itu, berdasarkan surat keputusan yang sebelumnya dikeluarkan bupati Pamekasan.

Penanggulangan bencana tersebut dianggarkan sebesar Rp1,3 miliar. Anggaran khusus untuk Agustus hingga September ini, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pamekasan 2019.

Setiap desa, rata-rata mendapat jatah 7 tangki setiap pekan. Jika dihitung 7 tangki untuk 80 desa selama 8 pekan, sudah terdapat 4.480 tangki air yang didroping kepada masayarakat.  Bantuan air bersih tersebut, dikhususkan kepada kebutuhan air rumah tangga, termasuk mamasak, minum dan lainnya.

Dalam pendistribusian air ke masyarakat selama ini, pihaknya tidak menemukan ada penyelewangan atau penjualan air bantuan. Firdaus mengklaim, hal itu karena pengawasannya diperketat. Caranya, setiap droping air bantuan, harus dilaporkan kepadanya.

“Jual beli air itu tidak ada sebab selalu kita memonitor terus,” tegasnya. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *