Bantuan Anggaran Pesantren Kesampingkan Ponpes Kecil

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TIDAK MERATA: Para santri dan pondok pesantren diberi bantuan agar tetap beraktivitas saat wabah Covid-19.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Bantuan khusus pondok pesantren di Sumenep tidak merata. Dari 388 pesantren di Sumenep, yang mendapatkan bantuan hanya 90 pondok pesantren (ponpes).

Plt Kepala Seksi (Kasi) Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Muh. Rifa’i Hasyim mengatakan, bantuan tersebut khusus untuk pemulihan dampak wabah Covid-19.  Masing-masing pondok pesantren akan mendapatkan Rp15 juta yang akan dicairkan 3 kali dalam 1 tahun.

Bacaan Lainnya

“Bantuan tersebut khusus pesantren. (Kegunaannya, red) misalnya, kiai mau ngaji kitab yang ingin ditularkan kepada santrinya melalui sistem daring,” katanya Senin (3/8/2020)

Bantuan yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) itu memang dijatah. 90 ponpes yang diajukan mndapat bantuan, adalah klasifikasi pesantren besar.

Pesantren besar itu misalnya Ponpes Annuqayah di Guluk-Guluk, Ponpes Al-Amin Parenduan, Pragaan, Ponpes Al-Karimiyah dan pondok besar lain yang jumlah santrinya sangat banyak.

“Pondok besar yang memungkinkan melaksanakan (ngaji, red) daring, kalau hanya 10 orang kan tidak usah daring,” tukasnya.

Targetnya, santri yang sudah kembali ke beberapa pesantren dalam kategori besar itu, sudah bisa beraktivitas normal. Namun kiai atau ustaz cukup mengajar di rumahnya, kemudian santri mendengarkan dan menyaksikan di pondoknya atau tempat khusus melalui sistem daring.

“Bantauan tersebut belum cair. Tapi, pendataan sudah dilakukan sebanyak 90 pondok pesantren,” ujar dia.

Mengenai waktu pencairannya masih menunggu dari Pemprov Jatim. Sebab, bantuan tersebut murni dari pemerintah pusat melalui Pemprov Jatim.

“Prediksi juga masih belum jelas. Tetapi, Insyaallah bula ini atau bulan depan sudah mulai ada titik terang,” paparnya.

Sementara itu, guru madrasah diniyah di Kecamatan Bluto, Andika Khotib mengaku saat ini belum merasakan bantuan tersebut. Bahkan, di pesantrennya tidak masuk dalam pengajuan tersebut. Sebenarnya, dia berharap pesantrennya juga dibantu, karena santrinya juga lebih 300 orang.

“Kami ingin pemeruntah juga dapat memperhatikan pesantren kecil yang juga lebih dari 100 bahkan, 300 santri,” pungkasnya. (imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *