oleh

Bantuan Benih Jagung Hanya 140 Ton

Kabarmadura.id/SAMPANG – Memasuki musim kemarau di tahun 2019, pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian Sampang menyalurkan bantuan benih jagung dan padi kepada puluhan kelompok tani. Sayangnya bantuan benih itu tidak merata kepada semua kelompok, sebab bantuan itu hanya difokuskan di wilayah pantai utara (pantura) Sampang, seperti kecamatan Karang Penang, Robatan, Omben, Sokobanah dan sebagainya.

Alasannya tidak semua wilayah pertanian di Sampang bisa menanam pada musim kemarau, sehingga penyaluran bantuan benih tanaman hanya difokuskan di daerah yang memungkinkan dapat mencukupi kebutuhan air.

Data Dispertan Sampang menunjukkan, kuota bantuan benih pada MK tahun ini, untuk komoditi jagung berjumlah 7.125 kg atau sekitar 70 ton dengan luas tanam 4.675 hektare, sedang untuk benih padi 7.385 kg atau sekitar 70 ton dengan luas tanam 2.955 hektar sehingga total bantuan benih hanya sekitar 140 ton yang disalurkan kepada puluhan kelompok tani (poktan) di wilayah pantura.

Pelaksana tugas (Plt) Dispertan Sampang Suyono mengatakan, kuota bantuan benih tanaman dari pemerintah pusat memasuki musim kemarau relatif banyak. Bantuan itu sudah disalurkan dan ditanam oleh poktan penerima sejak bulan Maret kemarin.

”Kuota bantuan benih jagung dan padi kali ini sekitar 140 ton, bantuan itu disalurkan kepada 60 poktan lebih yang difokuskan di wilayah pantura,” Kata Suyono kepada Kabar Madura.

Suyono menambahkan, tidak semua petani bisa melakukan penanaman jagung dan padi pada musim kemarau, sebab harus disesuaikan dengan ketersediaan air di berbagai wilayah. Jika wilayah itu tidak memiliki sumber air atau perairannya tidak memadai, maka wilayah itu tidak diprioritaskan mendapatakan bantuan benih.

”Bantuan ini hanya untuk wilayah yang memiliki air yang cukup, tidak semua petani bisa tersentuh bantuan benih pada musim kemarau, sehingga bantuan difokuskan di daerah tertentu saja,” bebernya.

Ia menegaskan, sekarang ini, pihaknya dituntut bisa menambah LPP melalui bantuan benih dan meningkatkan produksi petanian. Namun bantuan hanya terbatas pada wilayah yang kira-kira mampu memenuhi kebutuhan air. Sedangkan untuk wilayah yang lain kemungkinan dapat tersentuh bantuan pada musim penghujan mendatang.

”Penyaluran bantuan benih ini pada dasarnya untuk meperluas tanaman dan meningkatkan produksi, semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat kepada petani,” pungkas Suyono. (sub/pai)

Komentar

News Feed