Bantuan Beras 45 Kilogram Diduga Disunat 30 Kilogram per KPM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOK) MASIH SAJA: Bantuan beras 45 kilogram diduga disunat 30 kilogram per keluarga penerima manfaat (KPM).

KABARMADURA.ID, Sampang -Bantuan sosial beras (BSB) sampai ke tangan keluarga penerima manfaat (KPM) tidak utuh di Desa Karang Anyar, Tambelangan, Sampang. Diduga, penerima bantuan beras tersebut hanya menerima beras sebanyak 15 kilogram. Padahal semestinya, mereka menerima sebanyak 45 kilogram.

Bantuan BSB itu merupakan akumulasi dari bulan Agustus, September dan Oktober. Setiap bulan, KPM seharusnya menerima bantuan beras sebanyak 15 kilogram. Sehingga, semestinya, warga menerima 45 kilogram. Namun, faktanya, hanya menerima15 kilogram.

Bacaan Lainnya

Salah satu KPM yang enggan namanya dikorankan mengungkapkan, bantuan yang diterimanya hanya 15 kilogram. Pihaknya tidak mengetahui jika semestinya 45 kilogram.

“Saya mengetahui setelah ramai. Jika kami mestinya menerima 45 kilogram,” ungkapnya.

Dia mengaku tidak pernah mempertanyakan bantuan yang diterimanya. Apalagi tidak ada penjelasan dari pihak manapun. Sehingga beras yang diterimanya sudah dinilai haknya.

Perempuan berinisial NT itu mengaku kecewa. Dia meminta haknya tetap dikembalikan sesuai ketentuan. Sehingga, semua penerima bantuan menerima beras sebanyak 45 kilogram per KPM. Selama Ini daikui belum ada penjelasan dari pihak manapun.

“Kami diminta KK dan KTP. Setelah itu ada bantuan 15 kilogram. Kami kira ini bantuan PKH seperti biasanya,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, pemotongan tidak hanya terjadi di Kecamatan Tambelangan,namun juga di kecamatan lain. Modus pengurangan bantuan hampir sama seperti di  DesaKarang anyar dan desa sekitar di Kecamatan Tambelangan.

Bahkan diduga, ada kerjasama diantara beberapa pihak terkait dan pemotongan ini diduga terjadi secara menyeluruh di Sampang. Mereka memanfaatkan ketidaktahuan KPM soal jenis bantuan yang melekat kepada penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Sementara itu, Kepala Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sampang, Hari Siswanto mengaku mendengar informasi adanya dugaan pemotongan. Menanggapi itu, pihaknya menegaskan bahwa Bulog tidak terlibat dalam kasus itu. Sebab pihaknya tidak mengantarkan pada titik distribusi.

“Tugas kami hanya sampai di pintu keluar gudang. Selanjutnya adalah tanggung jawab Dinas Sosial (Dinsos), pendamping dan pihak desa,” katanya.

Hari menjelaskan, program BSB tidak seperti bantuan beras miskin (raskin). Sehingga, Bulog hanya menerima order dari dinsos. Selanjutnya, beras dikeluarkan dan bukan tanggungan Bulog.

“Kami menerima order dam kami hanya menyiapkan beras,” tuturnya.

Koordinator PKH Kabupaten (Korkap) Sampang, Nanang Muldianto mengaku mendengar dugaan pemotongan itu. Namun pihaknya berdalih tidak ada keterlibatan pendamping.

“Kami hanya mendampingi ke KPM. Karena dinsos tidak mengetahui masing-masing KPM,” katanya.

Soal pengawasan,pihaknya mengaku juga berfungsi mengawasi. Namun tidak mengetahui apakah pendamping PKH Desa Karang Anyar ikut mengawasi saat kepala desa setempat menyalurkan bantuan.

“Foto yang kami terima ada tiga sak yang diberikan. Tapi jika KPM memberikan bantuan kepada warga lain, itu adalah haknya sendiri,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala Bidang Bantuan Sosial dan Perlindungan Sosial Dinsos Sampang, Erwin dan Kepala Desa Karang Anyar, Tambelangan, Syafi, belum memberikan keterangan.

“Nanti saya telepon lagi, masih sibuk,” kata Syafi. (km54/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *