oleh

Bantuan Bibit Tembakau Dinas Pertanian Tahun 2019 Menurun

Kabarmadura.id/SAMPANG-Menjelang musim tanam tembakau, Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang mengaku mulai menyalurkan bantuan bibit kepada sejumlah kelompok tani (Poktan) di berbagai wilayah di kota Bahari. Sayangnya jumlah penerima bantuan bibit tembakau tahun ini hanya 32 poktan. Alasannya, karena dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCHT) melorot dari tahun sebelum sekitar 70 persen.

Tahun ini, besaran DBHCHT bidang pertanian hanya Rp1,7 Miliar, sedangkan di tahun sebelumnya mencapai Rp4,7 miliar. Akibatnya, bantuan bibit tembakau tahun  ini juga menurun, hanya 32 poktan sebagai penerima. Bahkan, jumlah bibit tembakau yang diterima masing-masing kelompok hanya seperempat kilo gram.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dispertan Sampang Abdul Yasid mengatakan, bantuan bibit tembakau dari DBHCHT tersebut, bertujuan agar para patani tembakau di Sampang dapat mengembalikan dan mengembangkan kualitas tembakau asli Madura, karena beberapa tahun terakhir, kualitas tembakau khas pulau Madura itu mengalami penurunan. Sebab,  petani khususnya di Sampang, banyak yang menanam jenis tanaman tembakau yang berasal dari luar pulau Madura, semisal dari jawa dan sebagainya.

Setiap tahun, Dispertan Sampang menyalurkan bantuan bibit tembakau bersumber dari DBHCHT. Sedangkan jumlah penerima bantuan bibit itu disesuaikan dengan ketersedian anggaran.

”Tahun ini, penerima bantuan bibit tembakau dari DBHCH hanya ada 32 poktan, itu disesuaikan dengan anggaran yang ada,”kata Abdul Yazid.

Ia menjelaskan, selain bertujuan menjaga kemurnian kualitas tembakau Madura, penyaluaran bantuan bibit diharapkan, target produksi tembakau di kota bahari setiap tahun sekitar 550 hektar atau sebanyak 24.000 ton dapat terpenuhi.

Di sisi lain, pihaknya berjanji akan terus melakukan pembinan rutin kepada semua poktan dan terus menyaluran berbagai bantuan hibah kapada para petani tembakau secara khusus, seperti pupuk ZK, mesin perajang dan sebagainya.

”Adanya bantuan ini diharapakan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau asli Madura, sehingga tetap memiliki nilai tawar dan harga jual yang tinggi,”pungkasnya. (sub/rei)

Komentar

News Feed