oleh

Bantuan Buku Hanya Tersebar di 39 Lembaga

Kabarmadura.id/SAMPANG-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menyebut terdapat ratusan sekolah dasar (SD) negeri dan swasta belum menerima bantuan buku dan alat tulis kantor (ATK) yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) nonfisik. Pasalnya tahun ini kuota penerima bantuan buku hanya 39 dari total 622 lembaga SD yang tersebar di berbagai wilayah.

”SD penerima bantuan buku tahun ini berjumlah 39 lembaga, setiap lembaga dianggarkan sekitar Rp50 juta, sehingga total bantuan buku tahun ini mencapai Rp1.950.000.000,” kata Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi.

Menurut dia, sejatinya penyaluaran bantuan buku ke sejumlah lembaga itu sudah memasuki tahun keempat, namun kuota setiap tahun relatif terbatas, masih ada ratusan lembaga yang belum tersentuh. Pada tahun 2018 lembaga penerima bantuan buku itu berjumlah 45 lembaga dengan pagu anggaran Rp2.271.835.000.

Mawardi mejelaskan, penentuan kouta penerima bantuan buku sepenuhnya di tuntukan oleh Kementrian Pendidikan yang mengacu pada data pokok pendidik (Dapodik) SD negeri dan swasta yang disetor Disdik Sampang, dengan mempertimbangkan jumlah murid dan ketersedian sarana perpustakaan.

Bantuan buku itu, merupakan program jangka panjang yang dilakukan secara bertahap. Pihaknya meminta sekolah yang belum mendapat bantuan buku itu, harus bersabar terlebih menunggu giliran, setiap sekolah wajib melakukan proses akurasi Dapodik untuk segera bisa menerima bantuan.

”Meski masih ada ratusan lembaga belum tersentuh bantuan buku, kami tidak bisa berbuat banyak, karena kami sebatas penyelenggara dan menyalurkan bantuan, tidak memiliki kewenangan menentukan kuota penerima,” bebernya.

Lebih lanjut Mawardi memaparkan, bantuan buku dan alat tulis itu, pada dasarnya untuk meningkatkan kualitas guru dan siswa, selain itu juga bisa mendorong program literasi bisa lebih maksimal. Karena dengan adanya bahan bacaan diyakini ketertarikan guru dan siswa untuk membaca lebih meningkat.

Mawardi mencatat, hingga saat ini sekolah yang sudah menerapkan program literasi baru sekitar 25 persen dari jumlah total lembaga SD yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan demikian, adanya bantuan buku ini, semua sekolah dapat menerpakan program literasi itu.

”Yang jelas, semua sekolah yang sudah menerima bantun buku ini, tidak ada alasan untuk tidak menerapkan literasi, wajib dan bisa dijatuhi sanksi bila enggan menerapkan,”tukas Mawardi. (sub/pai)

Komentar

News Feed